Pembuka
(Al-Fatihah)
Atas nama Allah Mahapenyayang pawlaswara
segala puji bagi Allah Tuhan semesta
Mahapenyayang pawlaswara
raja kiamat kubra
kepada-Mu-lah kami merata
tunjukkan kami jalan merata
jalan di mana telah kaunikmatkan pada mereka
tanpa para pengecut dan pendurhaka
Sumber: Kabar dari Langit (1986)
Analisis Puisi:
Puisi “Pembuka” karya Djamil Suherman merupakan puitisasi dari kandungan Surah Al-Fatihah dalam Al-Qur'an. Sebagaimana keterangan "(Al-Fatihah)" yang menyertai judulnya, puisi ini menghadirkan kembali makna-makna pokok dalam surah pembuka Al-Qur'an melalui bahasa sastra yang ringkas dan padat.
Dalam puisi ini, penyair mengungkapkan pujian kepada Allah, pengakuan atas kekuasaan-Nya, serta permohonan agar manusia diberi petunjuk menuju jalan yang benar. Meskipun singkat, puisi ini memuat nilai-nilai ketauhidan, kepasrahan, dan harapan spiritual yang menjadi inti ajaran Islam.
Tema
Tema utama puisi ini adalah keimanan dan permohonan petunjuk kepada Tuhan. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang penghambaan, kebesaran Allah, serta harapan manusia untuk menjalani kehidupan yang benar dan diridai-Nya.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menjalani kehidupan sehingga memerlukan bimbingan Tuhan.
Puisi ini mengajarkan bahwa keberhasilan hidup tidak hanya ditentukan oleh kemampuan manusia, tetapi juga oleh petunjuk dan rahmat Allah. Oleh karena itu, manusia perlu senantiasa berserah diri dan memohon arahan agar tidak tersesat dalam kehidupan.
Selain itu, puisi ini menegaskan bahwa keberanian moral dan ketaatan kepada kebenaran merupakan nilai penting yang harus dimiliki setiap manusia. Sebaliknya, sifat pengecut dan durhaka digambarkan sebagai jalan yang harus dihindari.
Amanat atau Pesan yang Disampaikan
Amanat yang terkandung dalam puisi ini antara lain:
- Awalilah segala sesuatu dengan mengingat dan menyebut nama Tuhan.
- Bersyukur dan memuji Allah atas segala nikmat yang diberikan.
- Jadikan Allah sebagai tempat bergantung dan memohon pertolongan.
- Senantiasa meminta petunjuk agar tetap berada di jalan yang benar.
- Hindari sifat pengecut, durhaka, dan segala bentuk penyimpangan dari kebenaran.
Puisi “Pembuka” karya Djamil Suherman merupakan puitisasi yang mengangkat nilai-nilai utama dalam Surah Al-Fatihah. Melalui bahasa yang sederhana tetapi sarat makna religius, penyair mengekspresikan pujian kepada Allah, pengakuan atas kekuasaan-Nya, serta permohonan petunjuk menuju jalan yang benar. Puisi ini mengandung pesan spiritual yang kuat tentang pentingnya keimanan, kepasrahan, dan keteguhan dalam menjalani kehidupan. Puisi ini mengajak pembaca untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjadikan petunjuk-Nya sebagai pedoman hidup.
Puisi: Pembuka
Karya: Djamil Suherman
Biodata Djamil Suherman:
- Djamil Suherman lahir di Surabaya, pada tanggal 24 April 1924.
- Djamil Suherman meninggal dunia di Bandung, pada tanggal 30 November 1985 (pada usia 61 tahun).
- Djamil Suherman adalah salah satu sastrawan angkatan 1966-1970-an.
