Puisi: Satu Tambah Satu Tambah Satu Tambah Pula Usia (Karya Bambang Sarwono)

Puisi "Satu Tambah Satu Tambah Satu Tambah Pula Usia" karya Bambang Sarwono mengandung kritik halus terhadap sikap manusia yang kerap terlena dalam ..
Satu Tambah Satu Tambah Satu
Tambah Pula Usia

satu tambah satu tambah satu tambah pula usia
begitu batas hidup kita rambati
tanpa cingcong tanpa seretan paksa; tanpa tanya
                            tanpa tolakan pula
aduh, betapa santainya kita
makan-makan tidur-tidur jalan-jalan nonton-nonton
saban hari.
kita tak punya masalah pelik
dan memusingkan.

Oktober, 1976

Sumber: Horison (September, 1979)

Analisis Puisi:

Puisi "Satu Tambah Satu Tambah Satu Tambah Pula Usia" karya Bambang Sarwono merupakan puisi reflektif yang membahas perjalanan waktu dan pertambahan usia manusia. Dengan bahasa yang sederhana dan lugas, penyair mengajak pembaca merenungkan bagaimana usia terus bertambah tanpa dapat dihentikan, sementara manusia sering kali menjalani hidup dengan santai tanpa menyadari bahwa batas kehidupan semakin dekat.

Meski pendek, puisi ini mengandung kritik halus terhadap sikap manusia yang kerap terlena dalam rutinitas dan kenyamanan hidup. Pertambahan usia yang berlangsung setiap hari digambarkan sebagai proses yang alami, tanpa paksaan, namun pasti membawa manusia menuju batas akhir kehidupannya.

Tema

Tema utama puisi ini adalah perjalanan waktu dan pertambahan usia manusia. Tema pendukung yang terdapat dalam puisi meliputi:
  • Kesadaran akan kefanaan hidup.
  • Refleksi diri.
  • Rutinitas kehidupan sehari-hari.
  • Sikap manusia terhadap waktu.
  • Kritik terhadap kelalaian dalam menjalani hidup.
Puisi ini bercerita tentang kenyataan bahwa usia manusia terus bertambah dari hari ke hari. Penyair menggambarkan pertambahan usia seperti proses matematika sederhana: satu ditambah satu, lalu ditambah satu lagi. Tanpa disadari, waktu terus berjalan dan membawa manusia semakin dekat pada batas kehidupannya.

Namun di tengah proses tersebut, manusia justru tampak santai. Mereka menjalani hari-hari dengan makan, tidur, berjalan-jalan, dan menonton tanpa merasa terbebani oleh persoalan besar. Kehidupan berjalan begitu biasa sehingga kesadaran tentang berlalunya waktu sering kali terlupakan.

Melalui penggambaran ini, penyair mengajak pembaca untuk menyadari bahwa meskipun hidup tampak nyaman, waktu tetap bergerak dan usia terus bertambah.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah bahwa manusia sering kali tidak menyadari betapa cepat waktu berlalu. Pertambahan usia berlangsung secara perlahan namun pasti. Tidak ada tanda yang mencolok, tidak ada paksaan, dan tidak ada peringatan khusus. Namun setiap hari yang dilewati sesungguhnya membawa manusia semakin dekat pada akhir perjalanan hidupnya.

Puisi ini juga menyiratkan bahwa kenyamanan hidup dapat membuat seseorang terlena. Kesibukan sehari-hari yang tampak sederhana kadang membuat manusia lupa untuk merenungkan tujuan hidup, makna keberadaan, dan keterbatasan waktu yang dimiliki.

Dengan demikian, puisi ini merupakan ajakan untuk lebih menghargai waktu dan menjalani hidup secara lebih sadar.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Beberapa amanat yang dapat dipetik dari puisi ini adalah:
  • Hargailah waktu karena usia terus bertambah setiap hari.
  • Jangan terlena oleh kenyamanan hidup yang bersifat sementara.
  • Gunakan kehidupan dengan lebih bermakna dan penuh kesadaran.
  • Ingatlah bahwa setiap manusia memiliki batas usia.
  • Luangkan waktu untuk merenungkan tujuan dan arah hidup.
Puisi "Satu Tambah Satu Tambah Satu Tambah Pula Usia" karya Bambang Sarwono merupakan puisi reflektif yang mengangkat tema perjalanan waktu dan pertambahan usia manusia. Dengan bahasa sederhana dan gaya yang santai, penyair menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya kesadaran terhadap waktu yang terus berjalan. Di balik gambaran kehidupan yang tampak nyaman dan tanpa masalah, puisi ini mengingatkan bahwa usia terus bertambah dan batas kehidupan semakin mendekat. Oleh karena itu, manusia perlu menghargai setiap waktu yang dimiliki dan menjalani hidup dengan lebih bermakna.

Bambang Sarwono
Puisi: Satu Tambah Satu Tambah Satu Tambah Pula Usia
Karya: Bambang Sarwono

Biodata Bambang Sarwono:
  • Bambang Sarwono lahir pada tanggal 8 Oktober 1951 di Ambarawa, Jawa Tengah.
© Sepenuhnya. All rights reserved.