Puisi: Seorang Lelaki Mencari Tuhan (Karya Ariffin Noor Hasby)

Puisi “Seorang Lelaki Mencari Tuhan” karya Ariffin Noor Hasby mengingatkan bahwa perjalanan menuju Tuhan merupakan proses sepanjang hayat yang ...

Seorang Lelaki Mencari Tuhan

seorang lelaki mencari tuhan dalam dirinya
tapi belum ditemukannya hidup yang lebih baik di sini
maka kusiapkan piring dari dalam mulutnya sendiri
untuk menimbang rasa kenyang atau lapar
yang dihantarkan langit kepadanya
dalam sepotong ayat seruan

berjagalah pada suatu malam
di rusuk-rusuk keheningan
sehabis lapar menghitung makna
sehabis kenyang membagi rasa
maka kusiapkan cawan dari dalam mulutnya sendiri
sebagai tanda waktu yang akan tiba memanggilnya

Banjarbaru, September 2008

Sumber: Salawat Laut (Pustaka Banua, 2013)

Analisis Puisi:

Puisi “Seorang Lelaki Mencari Tuhan” karya Ariffin Noor Hasby merupakan puisi religius yang mengangkat perjalanan spiritual manusia dalam mencari makna kehidupan dan kedekatan dengan Tuhan. Penyair menghadirkan refleksi bahwa pencarian Tuhan tidak hanya dilakukan melalui ritual, tetapi juga melalui kesadaran diri, pengalaman lapar dan kenyang, serta perenungan dalam keheningan.

Dengan bahasa yang simbolis, puisi ini menggambarkan bahwa manusia perlu mengenali dirinya sendiri agar mampu memahami tanda-tanda kebesaran Tuhan. Pencarian spiritual tersebut menjadi proses yang terus berlangsung hingga datangnya panggilan terakhir dalam kehidupan.

Tema

Tema utama puisi ini adalah pencarian Tuhan melalui perenungan diri, pengalaman hidup, dan kesadaran spiritual. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema introspeksi, ketakwaan, kefanaan hidup, rasa syukur, dan persiapan menghadapi kematian.

Puisi ini bercerita tentang seorang lelaki yang berusaha menemukan Tuhan di dalam dirinya sendiri. Namun, pencarian tersebut belum membawanya pada kehidupan yang lebih baik. Dalam proses itu, penyair menghadirkan simbol piring dan cawan yang berasal dari mulut lelaki tersebut. Kedua simbol itu menggambarkan kebutuhan jasmani sekaligus rohani yang harus dipenuhi secara seimbang.

Puisi kemudian mengajak lelaki itu untuk berjaga pada malam yang sunyi, merenungkan makna lapar dan kenyang, serta mempersiapkan diri menghadapi waktu ketika Tuhan memanggilnya kembali.

Makna Tersirat

Puisi ini mengandung berbagai makna tersirat, antara lain:
  • Pencarian Tuhan dimulai dari mengenal diri sendiri.
  • Kehidupan bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan spiritual.
  • Lapar dan kenyang merupakan simbol ujian kehidupan yang harus dimaknai dengan bijaksana.
  • Keheningan menjadi ruang terbaik untuk melakukan introspeksi dan mendekat kepada Tuhan.
  • Kematian adalah kepastian yang harus dipersiapkan sejak manusia masih hidup.
Ungkapan "mencari Tuhan dalam dirinya" menunjukkan bahwa kedekatan dengan Tuhan berawal dari pembenahan hati dan kesadaran batin, bukan semata-mata pencarian di luar diri.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Pesan yang ingin disampaikan penyair antara lain:
  • Kenalilah diri sendiri sebagai langkah awal mengenal Tuhan.
  • Jangan hanya memenuhi kebutuhan jasmani, tetapi juga kebutuhan rohani.
  • Jadikan keheningan sebagai kesempatan untuk berintrospeksi.
  • Syukurilah setiap nikmat, baik saat kekurangan maupun ketika berkecukupan.
  • Persiapkan diri menghadapi kematian dengan memperbaiki amal dan keimanan.
Puisi ini mengingatkan bahwa perjalanan menuju Tuhan merupakan proses sepanjang hayat yang memerlukan kesadaran, kesabaran, dan keikhlasan.

Puisi “Seorang Lelaki Mencari Tuhan” karya Ariffin Noor Hasby merupakan puisi religius yang menggambarkan perjalanan spiritual manusia dalam mengenal Tuhan melalui introspeksi diri. Dengan menggunakan simbol-simbol seperti piring, cawan, lapar, kenyang, dan keheningan, penyair menunjukkan bahwa setiap pengalaman hidup mengandung pelajaran yang dapat mendekatkan manusia kepada Sang Pencipta.

Melalui suasana yang tenang dan penuh perenungan, puisi ini mengajak pembaca untuk menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani, mensyukuri setiap keadaan, serta mempersiapkan diri menghadapi saat ketika Tuhan memanggil kembali setiap hamba-Nya. Dengan demikian, “Seorang Lelaki Mencari Tuhan” menjadi puisi yang tidak hanya berbicara tentang pencarian Tuhan, tetapi juga tentang pencarian makna hidup yang sejati.

Ariffin Noor Hasby
Puisi: Seorang Lelaki Mencari Tuhan
Karya: Ariffin Noor Hasby

Biodata Ariffin Noor Hasby:
  • Ariffin Noor Hasby lahir pada tanggal 20 Februari 1964 di Marabahan, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan.
© Sepenuhnya. All rights reserved.