Puisi: Seseorang Lama (Karya Sholihul Mubarok)

Puisi "Seseorang Lama" karya Sholihul Mubarok menggambarkan bagaimana sebuah pertemuan, janji, atau hubungan dapat meninggalkan jejak mendalam ...

Seseorang Lama

Pernah suatu ketika, seseorang kepadaku berkata: "Akan kuabadikan namamu dalam setiap sajakku."

Dan saat itu, aku menjadi musim ke musim. Selalu menempa tabah padanya. Kini, aku menjelma entah di kepala dan dadanya.

Tidak satu pun sibukku memberikan sedikit celah. Dan dia menjadi sumpah untuk sebuah kesia-siaan. Pun demikian kepadaku, tiada akan seorang pun tahu.

Barangkali, doa-doa menjadi sunyi. Sekadar penyucian yang tidak sampai pada kesimpulan bersih. Mungkin juga ia simpan serpihan tajam di saku dada kiri, sembari berkata: "Setiap detik akan membahasakan nyelekit, tapi bukan maksud mengungkit; hanya saja piutang budi belum sampai terjamahi."

Gresik, 26 Maret 2026

Analisis Puisi:

Puisi "Seseorang Lama" karya Sholihul Mubarok mengangkat tema kenangan, janji, dan luka batin yang masih tersisa dari hubungan masa lalu. Dengan gaya tutur yang reflektif dan puitis, penyair menggambarkan bagaimana sebuah pertemuan, janji, atau hubungan dapat meninggalkan jejak mendalam dalam kehidupan seseorang, bahkan ketika waktu telah berlalu.

Puisi ini tidak hanya berbicara tentang hubungan antarmanusia, tetapi juga tentang bagaimana kenangan hidup dalam ingatan, memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri dan masa lalunya. Nuansa melankolis yang kuat membuat puisi ini terasa dekat dengan pengalaman emosional banyak orang.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kenangan masa lalu yang masih membekas dalam kehidupan seseorang. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang kesetiaan pada janji, luka emosional, penyesalan, rasa terima kasih yang belum tersampaikan, serta pergulatan batin terhadap hubungan yang telah berlalu.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang mengenang sosok dari masa lalu. Sosok tersebut pernah berjanji akan mengabadikan namanya dalam setiap sajak yang ditulisnya.

Seiring berjalannya waktu, hubungan itu mengalami perubahan. Penyair berusaha bertahan dan menempa ketabahan, sementara sosok yang dikenangnya tetap hidup dalam pikiran dan perasaannya. Namun, kesibukan dan perjalanan hidup membuat keduanya seolah terpisah oleh jarak yang tidak terlihat.

Meskipun demikian, kenangan dan berbagai perasaan yang pernah ada belum benar-benar hilang. Masih terdapat luka, rasa terima kasih, serta hal-hal yang belum terselesaikan dalam hubungan tersebut. Semua itu tersimpan sebagai bagian dari perjalanan hidup yang tidak diketahui oleh orang lain.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini menunjukkan bahwa tidak semua hubungan berakhir dengan penyelesaian yang jelas. Ada hubungan yang meninggalkan jejak emosional mendalam, tetapi tidak pernah mencapai titik penutup yang benar-benar tuntas.

Puisi ini juga menyiratkan bahwa manusia sering menyimpan kenangan dan luka dalam diam. Janji yang pernah diucapkan dapat menjadi sumber kekuatan sekaligus kesedihan ketika kenyataan tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Selain itu, ungkapan tentang "piutang budi belum sampai terjamahi" mengisyaratkan adanya rasa terima kasih, penghormatan, atau kewajiban moral yang belum tersampaikan kepada seseorang yang pernah memiliki arti penting dalam hidup.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Amanat yang dapat dipetik dari puisi ini antara lain:
  • Hargailah setiap hubungan dan janji yang pernah terjalin dalam kehidupan.
  • Tidak semua luka harus diumbar kepada orang lain; sebagian dapat menjadi pelajaran hidup yang berharga.
  • Kenangan masa lalu dapat menjadi bagian dari proses pendewasaan diri.
  • Rasa terima kasih dan penghargaan kepada orang lain sebaiknya disampaikan sebelum terlambat.
  • Belajarlah menerima bahwa tidak semua hal dalam hidup berakhir sesuai harapan.
Puisi "Seseorang Lama" karya Sholihul Mubarok merupakan puisi reflektif yang membahas kenangan, janji, dan luka emosional yang masih bertahan dalam ingatan seseorang. Melalui bahasa yang lembut namun penuh makna, penyair menunjukkan bahwa masa lalu tidak selalu hilang begitu saja, melainkan dapat terus hidup dalam bentuk kenangan, rasa syukur, maupun luka yang belum sepenuhnya sembuh.

Puisi ini mengajak pembaca merenungkan arti hubungan, waktu, dan jejak emosional yang ditinggalkan oleh seseorang dalam kehidupan kita.

Sholihul Mubarok
Puisi: Seseorang Lama
Karya: Sholihul Mubarok

Biodata Sholihul Mubarok:

Sholihul Mubarok lahir pada tanggal 24 Februari 1985 di Gresik, Jawa Timur. Ia merupakan penyair yang aktif berkarya di ruang sastra digital. Karyanya terhimpun dalam berbagai antologi puisi kolaboratif nasional dan internasional, antara lain Rapsodia dan Elegi Cinta (2021), Melodia Aksara Rindu (2022) bersama penyair Malaysia, serta antologi lintas empat negara Serenade Musim (2025).

Selain menulis buku puisi, ia juga aktif mengikuti kegiatan sastra daring dan menghadirkan karya dalam bentuk musikalisasi puisi melalui kanal YouTube @SholihulMubarokOfficial. Saat ini, ia tengah mempersiapkan buku puisi terbarunya berjudul Dalam Semesta Matamu (2026).

© Sepenuhnya. All rights reserved.