Ya'ahowu
Ya'ahowu untuk yang datang
gerah senyum berserah pada bulan
darah bulan
kering di tangan.
Bukit bertangga tari perang dinyanyikan
klimaks darah
batu-batu padas
batu karang.
Ombak purba hutan-hutan samudera
ringkik angin berdarah
luka erang
luka elang tak pulang.
Banua nias ya'ahowu
selamat buat tamu
gerah senyum palung laut
badai singgugut.
Putik beliung di puncak runcing
menukik ke akar bumi
nias tanahku
pusar laut berkarat sembilu.
Medan, 1980
Sumber: Horison (Februari, 1981)
Catatan:
Ya'ahowu = selamat.
Banua = daratan atau kampung.
Analisis Puisi:
Puisi “Ya'ahowu” karya Lazuardi Anwar merupakan puisi yang mengangkat identitas budaya, sejarah, dan alam Pulau Nias melalui bahasa yang padat simbol dan penuh daya imajinasi. Kata "Ya'ahowu", yang dalam budaya Nias berarti selamat atau salam penghormatan, menjadi pintu masuk bagi penyair untuk memperkenalkan tanah Nias beserta karakter alam, tradisi, dan sejarahnya yang keras sekaligus memikat.
Melalui citraan tentang batu karang, laut, badai, bukit, hingga tarian perang, puisi ini menggambarkan Nias sebagai wilayah yang ditempa oleh alam yang tangguh dan sejarah yang penuh perjuangan.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kebanggaan terhadap tanah kelahiran, budaya Nias, dan sejarah perjuangan masyarakatnya. Tema-tema pendukung yang muncul antara lain:
- Identitas budaya.
- Kehidupan masyarakat pesisir.
- Kekuatan alam.
- Sejarah dan tradisi leluhur.
- Penghormatan kepada tanah asal.
Puisi ini bercerita tentang sambutan kepada siapa saja yang datang ke tanah Nias. Salam "Ya'ahowu" menjadi simbol keramahan masyarakat Nias kepada para tamu.
Namun, penyair tidak hanya menampilkan sisi ramah tersebut. Ia juga memperlihatkan wajah Nias yang dibentuk oleh sejarah panjang dan alam yang keras. Gambaran tentang bukit bertangga, tarian perang, batu padas, batu karang, ombak purba, dan badai menunjukkan bahwa Nias adalah tanah yang penuh perjuangan.
Puisi ini menghadirkan Nias sebagai wilayah yang memiliki kekayaan budaya sekaligus ketangguhan yang lahir dari pergulatan dengan alam. Di balik sambutan hangat kepada tamu, tersimpan sejarah, luka, dan keteguhan yang membentuk karakter masyarakatnya.
Pada bagian akhir, penyair menegaskan kecintaannya kepada tanah kelahirannya:
"nias tanahku"
Larik tersebut menjadi pernyataan identitas dan kebanggaan yang kuat terhadap Nias.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa setiap daerah memiliki sejarah, perjuangan, dan identitas yang membentuk jati dirinya.
Nias dalam puisi ini tidak hanya dipandang sebagai wilayah geografis, melainkan sebagai simbol ketahanan hidup. Alam yang keras, ombak besar, badai, dan batu karang melambangkan tantangan yang telah dihadapi masyarakat Nias selama berabad-abad.
Selain itu, puisi ini menyiratkan bahwa keramahan masyarakat tidak lahir dari kelemahan, melainkan dari kekuatan budaya yang telah teruji oleh sejarah.
Ungkapan salam "Ya'ahowu" menjadi simbol persaudaraan dan keterbukaan, tetapi di baliknya terdapat kisah panjang tentang perjuangan dan keberanian.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Puisi ini mengandung beberapa pesan penting, yaitu:
- Setiap daerah memiliki identitas budaya yang harus dihargai dan dilestarikan.
- Sejarah perjuangan leluhur merupakan bagian penting dari jati diri suatu masyarakat.
- Alam yang keras dapat membentuk manusia yang tangguh.
- Keramahan dan keterbukaan harus tetap dijaga tanpa melupakan akar budaya sendiri.
- Cinta terhadap tanah kelahiran merupakan bentuk penghormatan kepada sejarah dan leluhur.
- Kebudayaan lokal adalah warisan berharga yang perlu dijaga oleh generasi berikutnya.
Puisi “Ya'ahowu” karya Lazuardi Anwar merupakan puisi yang mengekspresikan kecintaan terhadap tanah Nias melalui simbol-simbol budaya, sejarah, dan alam. Salam "Ya'ahowu" tidak hanya menjadi ungkapan selamat datang, tetapi juga mewakili identitas masyarakat Nias yang ramah, tangguh, dan kaya tradisi. Puisi ini menghadirkan gambaran tentang sebuah tanah yang ditempa oleh ombak, badai, perjuangan, dan sejarah panjang. Puisi ini menjadi bentuk penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus ajakan untuk menjaga dan membanggakan warisan leluhur.
Puisi: Ya'ahowu
Karya: Lazuardi Anwar
Biodata Lazuardi Anwar:
- Lazuardi Anwar lahir pada tanggal 12 april 1941 di Pariaman, Sumatera Barat.