Haul Habib Ja'far bin Syeichon Assegaf
Haulmu
Pasuruan berguyur sholawat
Kisah-kisahmu dalam bermahabbah
Seni merindukan gelisah
Padamu, segala berduyun
Sekedar mengabarkan dunia, juangmu tak pernah sia-sia
Pohon doa semakin rindang
Haulmu obat bagi segenap tualang
Junglorong, 8 Januari 2023
Analisis Puisi:
Puisi "Haul Habib Ja'far bin Syeichon Assegaf" karya Moh. Ghufron Cholid merupakan puisi religius yang menggambarkan penghormatan kepada seorang ulama melalui momentum haul. Dengan bahasa yang ringkas dan penuh simbol, penyair menghadirkan suasana spiritual, kerinduan, serta penghargaan atas perjuangan dakwah yang terus dikenang oleh masyarakat.
Melalui diksi seperti sholawat, mahabbah, doa, dan haul, puisi ini menunjukkan bahwa warisan seseorang tidak hanya dikenang melalui sejarah, tetapi juga melalui cinta, doa, dan keteladanan yang terus hidup di tengah umat.
Tema
Tema utama puisi ini adalah penghormatan terhadap ulama dan nilai-nilai spiritual yang diwariskannya. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang cinta kepada para ulama, perjuangan dakwah, kebersamaan dalam beribadah, serta pentingnya menjaga warisan keteladanan.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah bahwa keteladanan seorang ulama akan terus hidup meskipun beliau telah wafat. Warisan ilmu, akhlak, dan kasih sayang kepada sesama menjadi "pohon doa" yang terus bertumbuh melalui generasi berikutnya.
Puisi ini juga menyiratkan bahwa haul bukan sekadar acara mengenang seseorang, tetapi menjadi momentum memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, dan meneladani perjuangan dakwah yang telah diwariskan.
Selain itu, "obat bagi segenap tualang" menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual mampu menjadi penawar bagi kegelisahan manusia dalam menjalani kehidupan.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Beberapa amanat yang dapat dipetik dari puisi ini adalah:
- Hormatilah para ulama yang telah mengabdikan hidupnya untuk menyebarkan ilmu dan kebaikan.
- Jadikan momentum haul sebagai sarana memperkuat keimanan dan mempererat persaudaraan.
- Warisan terbaik seseorang adalah ilmu, akhlak, dan amal yang terus memberi manfaat.
- Tanamkan rasa cinta (mahabbah) kepada Allah, Rasul, dan sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari.
- Jadikan doa dan keteladanan sebagai bekal dalam menjalani perjalanan hidup.
Puisi "Haul Habib Ja'far bin Syeichon Assegaf" karya Moh. Ghufron Cholid merupakan puisi religius yang menghadirkan penghormatan mendalam kepada seorang ulama melalui momentum haul. Dengan simbol-simbol spiritual seperti sholawat, mahabbah, dan pohon doa, penyair menegaskan bahwa ilmu, akhlak, dan perjuangan seseorang akan terus hidup dalam ingatan dan amalan masyarakat.
Karya: Moh. Ghufron Cholid
Biodata Moh. Ghufron Cholid:
- Moh. Ghufron Cholid (adalah nama pena Moh. Gufron, S. Sos. I) lahir pada tanggal 7 Januari 1986 di Bangkalan.
- Setelah menempuh pendidikan di SDN Blega 03 (tamat tahun 1999), ia melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 01 Blega (tamat tahun 2002). Ia adalah salah satu alumni TMI Al-Amien Prenduan tahun 2006. Ia merupakan lulusan IDIA Prenduan fakultas Dakwah jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).
- Sanggar Sastra Al-Amien (SSA) memiliki peranan penting dalam proses dunia tulis menulisnya.
- Moh. Ghufron Cholid suka menulis puisi, cerpen, pantun dan esai. Karya-karyanya dimuat diberbagai media baik di dalam maupun di luar negeri, juga dimuat di dalam Antologi Bersama terbit di dalam dan luar negeri.
- Penerima Anugerah Kedua Hescom2015 Vlog dan Rubaiyat (5 Desember 2015) di Malaysia.
