Puisi: Lahir Sesudah Itu Apa (Karya Lazuardi Anwar)

Puisi "Lahir Sesudah Itu Apa" karya Lazuardi Anwar mengingatkan bahwa segala pencapaian duniawi pada akhirnya akan ditinggalkan. Yang abadi ...
Lahir Sesudah Itu Apa

Memberat janin di sela-sela usus
lahir
bernapas
sesudah itu apa.

Apa yang bisa dicatat
berakhir
terlepas
tiada lagi.

Kembali
ya, pulang
ke genggaman
diam.

Semua seperti hari ini
bergumpal
kristal
runtuh ke bumi.

Semua seperti hari ini
dengus perempuan pecah ketuban
ea lantang sebuah pernyataan
wajibkah itu dicatat

Lahir bernapas
berakhir terlepas
kembali ya pulang
ke genggaman

1973

Sumber: Pelabuhan (1980)

Analisis Puisi:

Puisi "Lahir Sesudah Itu Apa" karya Lazuardi Anwar merupakan puisi filosofis yang mengajak pembaca merenungkan siklus kehidupan manusia. Dengan gaya bahasa yang ringkas dan penuh simbol, penyair menempatkan kelahiran bukan sebagai akhir sebuah perjalanan, melainkan sebagai awal dari rangkaian kehidupan yang pada akhirnya akan kembali kepada asalnya.

Pertanyaan "sesudah itu apa" menjadi pusat perenungan dalam puisi ini. Melalui pertanyaan tersebut, penyair mengajak pembaca memikirkan makna hidup, perjalanan manusia, serta kepastian bahwa setiap yang lahir pada akhirnya akan mengalami kematian.

Tema

Tema utama puisi ini adalah siklus kehidupan manusia dari kelahiran hingga kembali kepada Sang Pencipta. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang kefanaan hidup, makna keberadaan manusia, waktu, dan refleksi terhadap perjalanan hidup.

Puisi ini bercerita tentang perjalanan hidup manusia yang dimulai sejak masih berada di dalam kandungan, kemudian lahir ke dunia, menjalani kehidupan, dan akhirnya kembali kepada asalnya.

Puisi dibuka dengan gambaran proses kelahiran.

"Memberat janin di sela-sela usus
lahir
bernapas
sesudah itu apa."

Larik tersebut menunjukkan bahwa kelahiran hanyalah permulaan. Pertanyaan "sesudah itu apa" mengajak pembaca merenungkan tujuan hidup setelah manusia hadir di dunia.

Pada bagian berikutnya, penyair menyinggung perjalanan kehidupan.

"Apa yang bisa dicatat
berakhir
terlepas
tiada lagi."

Ungkapan tersebut menyiratkan bahwa semua pencapaian manusia pada akhirnya akan berakhir.

Kemudian muncul larik:

"Kembali
ya, pulang
ke genggaman
diam."

Bagian ini menggambarkan kematian sebagai proses kembali kepada Tuhan atau asal kehidupan, yang ditandai dengan keheningan.

Penyair kemudian menghubungkan pengalaman individual dengan peristiwa kelahiran yang terus berulang.

"dengus perempuan pecah ketuban
ea lantang sebuah pernyataan."

Tangisan bayi menjadi penanda awal kehidupan baru yang akan menjalani siklus yang sama.

Puisi ditutup dengan pengulangan siklus tersebut.

"Lahir bernapas
berakhir terlepas
kembali ya pulang
ke genggaman."

Penutup ini mempertegas bahwa kehidupan merupakan lingkaran yang dimulai dengan kelahiran dan diakhiri dengan kepulangan.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah bahwa kehidupan manusia bersifat sementara. Kelahiran bukan sekadar peristiwa biologis, melainkan awal dari perjalanan menuju akhir yang pasti.

Puisi ini juga menyiratkan bahwa yang terpenting bukan hanya fakta bahwa manusia lahir, tetapi bagaimana ia mengisi kehidupannya sebelum akhirnya kembali kepada Sang Pencipta.

Selain itu, penyair mengingatkan bahwa segala pencapaian duniawi pada akhirnya akan ditinggalkan. Yang abadi hanyalah perjalanan spiritual dan nilai-nilai yang diwariskan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Beberapa amanat yang dapat dipetik dari puisi ini adalah:
  • Sadarilah bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara.
  • Gunakan waktu hidup untuk melakukan hal-hal yang bernilai dan bermanfaat.
  • Jangan hanya berfokus pada kelahiran atau keberhasilan duniawi, tetapi pikirkan tujuan hidup yang lebih hakiki.
  • Terimalah kematian sebagai bagian alami dari kehidupan.
  • Jadikan setiap perjalanan hidup sebagai bekal sebelum kembali kepada Tuhan.
Puisi "Lahir Sesudah Itu Apa" karya Lazuardi Anwar merupakan puisi filosofis yang mengajak pembaca merenungkan perjalanan hidup manusia sejak lahir hingga kembali kepada Sang Pencipta. Melalui simbol kelahiran, napas, kristal, dan kepulangan, penyair menegaskan bahwa kehidupan adalah siklus yang sementara dan penuh makna. Puisi ini menjadi refleksi mendalam tentang hakikat keberadaan manusia dan tujuan hidup yang sesungguhnya.

Lazuardi Anwar
Puisi: Lahir Sesudah Itu Apa
Karya: Lazuardi Anwar

Biodata Lazuardi Anwar:
  • Lazuardi Anwar lahir pada tanggal 12 april 1941 di Pariaman, Sumatera Barat.
© Sepenuhnya. All rights reserved.