Misa
di ujung kembara — kuketuk
pintu rumahmu
aku lapar — kau beri aku makan
aku dahaga — kau beri aku minum
hanya — dalam
diam dan percaya, diriku
kau selamatkan
deo gratias!
1987
Sumber: Sangkakala (1996)
Analisis Puisi:
Puisi "Misa" karya Rita Oetoro adalah sebuah karya yang sederhana namun sarat makna. Puisi ini menciptakan gambaran pertemuan atau "misa" antara dua individu yang melibatkan tindakan memberi dan menerima. Di bawah permukaan sederhana ini, terdapat makna keagamaan, kebersamaan, dan rasa syukur.
Pertemuan dalam Kebersamaan: Puisi dimulai dengan gambaran seseorang yang sampai di ujung perjalanan atau kembara, melambangkan akhir dari suatu perjalanan hidup atau perjalanan spiritual. Tindakan mengetuk pintu rumah menciptakan atmosfer kebersamaan dan interaksi manusia.
Simbolisme Makna Harian: Permintaan untuk makan dan minum adalah simbol kebutuhan dasar manusia, namun dalam konteks puisi ini, tindakan memberi dan menerima makanan dan minuman menciptakan makna lebih mendalam. Hal ini bisa diartikan sebagai pertemuan yang membawa kehidupan dan penghidupan, dan dalam konteks keagamaan, sebagai pemenuhan kebutuhan rohani.
Dalam Diam dan Percaya: Kata-kata ini menyoroti esensi dari hubungan tersebut. Pertemuan ini tidak hanya terjadi melalui kata-kata, tetapi juga dalam "diam" dan "percaya." Kepercayaan menjadi unsur penting dalam memberi dan menerima, menciptakan ikatan emosional yang dalam antara pemberi dan penerima.
Penyelamatan dalam Keberadaan: Ketika pembicara menyatakan, "diriku kau selamatkan," ini dapat diartikan sebagai tindakan pemberian makan dan minum yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga membangkitkan semangat dan memberikan keselamatan dalam keberadaan.
Deo Gratias!: Frasa ini diambil dari bahasa Latin yang berarti "Syukur kepada Tuhan!" atau "Berkat Allah!" Frasa ini menambah dimensi keagamaan pada puisi, menyampaikan rasa syukur dan penghormatan terhadap pemberian dan pertemuan tersebut sebagai sebuah anugerah.
Puisi "Misa" karya Rita Oetoro adalah perwujudan kebersamaan, memberi, menerima, dan kepercayaan dalam suatu pertemuan yang penuh makna. Dengan menggabungkan unsur kebutuhan fisik dan rohani, puisi ini menyampaikan pesan tentang kekayaan hubungan manusiawi dan pengaruh positifnya terhadap kehidupan seseorang. Dalam konteks keagamaan, puisi ini juga membangkitkan rasa syukur dan penghormatan terhadap pemberian dan pertemuan tersebut sebagai suatu berkah.
Puisi: Misa
Karya: Rita Oetoro
Biodata Rita Oetoro:
- Rita Oetoro (Rita Cascia Saraswati atau Rita Oey) lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, pada tanggal 6 Desember 1943.
