Puisi Rita Oetoro

Puisi: Pandak, Sebuah Desa (Karya Rita Oetoro)

Pandak, Sebuah Desa dekap aku, kekasih dekap aku — di kebun bambu biarpun tahu — cinta akan menikam kita sampai akhir waktu 1977 Sumber: Dari Sebuah …

Puisi: Interlude (Karya Rita Oetoro)

Interlude — toujours, quand on connait l’amour on connait aussi les pleurs — (dr. h.r. van heekeren +) taman eden yang tersisa — sejak apel pertama d…

Puisi: Mozaik (Karya Rita Oetoro)

Mozaik tahukah kau — apa kesalahanmu yang terbesar? nah! kejujuran — telah menjerat dirimu sendiri 1977 Sumber: Dari Sebuah Album (1986) Analisis Pui…

Puisi: Senja Hari (Karya Rita Oetoro)

Senja Hari ranting-ranting yang-liu berdesir dalam cahaya keemasan yang hampir pudar dan hati pun runduk ke bumi — — ite missa est — 1975 Sumber: Dar…

Puisi: Misa (Karya Rita Oetoro)

Misa di ujung kembara — kuketuk pintu rumahmu aku lapar — kau beri aku makan aku dahaga — kau beri aku minum hanya — dalam diam dan percaya, diriku k…

Puisi: Episode (Karya Rita Oetoro)

Episode telah tinggi hari di candi tua sebuah bukit malaikat-malaikat kecil berterbangan di sela-sela batu di relung-relung hati mendengarkan mozaik …

Puisi: Panen (Karya Rita Oetoro)

Panen - masli dewi sri — dalam jubah keemasan terbaring di sini rezeki — dari jerih petani terhampar di sini 1975 Sumber: Dari Sebuah Album (1986) An…

Puisi: Potret (Karya Rita Oetoro)

Potret seorang pemikir ia — penuh gagasan murni, tegar dan bergelora anggun tetapi jujur — seperti sebuah buku yang terbuka ia adalah anak sungai yan…

Puisi: Reuni (Karya Rita Oetoro)

Reuni apakah yang telah kita kerjakan selama ini? menatap kembali potret-potret menguning — I was a dreamer and      still am — 1975 Sumber: Dari Seb…

Puisi: Pengakuan (Karya Rita Oetoro)

Pengakuan daku — seakan menyesali hidup yang telah digariskan kadang meragukan harapan yang dijanjikan kerap meratapi suatu kesia-siaan selalu mengin…

Puisi: Dari Sebuah Album (Karya Rita Oetoro)

Dari Sebuah Album 1948-1955 selamat pagi, ibu guru selalu kubawakan penghias mejamu seikat alamanda (kucuri dari kebun tetangga) alangkah keras degup…

Puisi: Litani (Karya Rita Oetoro)

Litani dengan tangan, daku: — menulis sajak demi sajak sebagai   neraca dan tonggak jati diri — membelai wajah kekasih dengan   kasih tak bertepi — …

Puisi: Dolce far Niente (Karya Rita Oetoro)

Dolce far Niente sejauh mata memandang, terhampar kehijauan tak bertepi — hijau kebun-kebun sayuran — diterpa deru angin dingin dan halimun pegununga…

Puisi: Slamet, Sebuah Gunung (Karya Rita Oetoro)

Slamet,  Sebuah Gunung ngkau tetap menanti — dalam warna biru yang syandu menghiburku untuk setia berdiri — dalam janji abadi: I do I will — for bett…

Puisi: Vignet (Karya Rita Oetoro)

Vignet siapakah engkau? hanya gema berpantulan — dan sebuah bayangan narcissus — di tepi kolam S umber:  Dari Sebuah Album (1986) Analisis Puisi: Pui…

Puisi: Sanctuary (Karya Rita Oetoro)

Sanctuary (letters two fiends ieilhard de chardint) dalam setiap ihwal — hanya ada, satu jalan menuju tuhan: 'tetap setia dan jujur — kepada diri…

Puisi: Noblesse Oblige (Karya Rita Oetoro)

Noblesse Oblige menara-menara gading serta atap kristal yang menaungi kita selama ini ternyata semu, sebelum kita hitung – jejak-jejak langkah di ter…

Puisi: Sketsa (Karya Rita Oetoro)

Sketsa hampir terbenam — matahari bias merahnya jatuh di jendela ketika terdengar nyanyian seorang pengembara Sumber: Dari Sebuah Album (1986) Analis…
© Sepenuhnya. All rights reserved.