Puisi: Rasa Itu (Karya Minan Ainur Fatah)

Puisi "Rasa Itu" menggambarkan pengalaman emosional seseorang dalam menghadapi kedatangan kembali perasaan yang tidak diundang.
Rasa Itu

Rasa itu datang lagi...
Dulu pernah datang tanpa kuundang
sekarang entah kenapa dia menyapaku lagi
Tanpa mengucap salam dan tak kukirim undangan

Ingin kuceritakan namun ke siapa
Ingin kulupakan namun hati menolaknya
Ingin aku pendam namun hati ini tak tahan
kemana aku harus melangkah wahai awan

Doa dan usaha tak pernah terlupa
Namun apa daya Dia masih ada
Entah hinggap dari mana
Sampai berada di titik aku harus apa

Sampai kembali ada yang menyapaku
Bukan rasa itu melainkan sebuah embun
Dia tak dingin namun sangat menyejukan
memecah kebuntuan dan membawa kebahagiaan

Itulah tawa senyum bapak ibu

2022

Analisis Puisi:

Puisi "Rasa Itu" karya Minan Ainur Fatah adalah refleksi emosional tentang kedatangan kembali suatu perasaan yang tidak diundang.

Kedatangan Kembali Rasa: Penyair menggambarkan perasaan yang tiba-tiba kembali, tanpa undangan dan tanpa permintaan. Ini menciptakan atmosfer misteri dan ketidakpastian tentang sumber dan alasan perasaan tersebut muncul kembali.

Konflik Internal: Puisi ini mencerminkan konflik internal yang dialami oleh penyair, yang merasa bingung dan tidak tahu harus berbagi perasaannya kepada siapa atau bagaimana mengatasinya. Ada keinginan untuk menceritakan perasaan tersebut, tetapi juga keinginan untuk melupakannya.

Ketidakmampuan Mengendalikan Perasaan: Meskipun ada keinginan untuk menyembunyikan atau melupakan perasaan tersebut, hati tidak bisa menolaknya. Hal ini mencerminkan ketidakmampuan manusia untuk sepenuhnya mengendalikan perasaan dan emosi mereka.

Perlunya Kebahagiaan: Penyair menggambarkan bagaimana kehadiran perasaan tersebut, meskipun tidak diinginkan, akhirnya membawa kebahagiaan dan kesejukan seperti embun yang menyejukkan. Ini menyoroti pentingnya kebahagiaan dalam mengatasi kebingungan dan ketidakpastian dalam hidup.

Pesan Tentang Keluarga: Puisi ini berakhir dengan menyebutkan tawa dan senyum dari orang tua (bapak dan ibu), yang mungkin menjadi sumber kebahagiaan dan dukungan bagi penyair. Ini menggarisbawahi pentingnya hubungan keluarga dalam memberikan dukungan dan kebahagiaan dalam hidup.

Puisi "Rasa Itu" adalah puisi yang menggambarkan pengalaman emosional seseorang dalam menghadapi kedatangan kembali perasaan yang tidak diundang. Dengan mengeksplorasi konflik internal, ketidakmampuan mengendalikan perasaan, dan pentingnya kebahagiaan dan dukungan keluarga, puisi ini menyampaikan pesan yang mendalam tentang kompleksitas hidup dan perasaan manusia.

Minan Ainur Fatah
Puisi: Rasa Itu
Karya: Minan Ainur Fatah

Biodata Minan Ainur Fatah:
  • Minan Ainur Fatah lahir pada tanggal 3 September 2003.
© Sepenuhnya. All rights reserved.