Semakin Tinggi Monyet
Semakin tinggi
Monyet memanjat
Semakin jelas
Belang pantatnya
Sumber: Jalan Menuju Jalan (2007)
Analisis Puisi:
Puisi "Semakin Tinggi Monyet" karya Rahman Arge merupakan puisi pendek yang mengandung kritik sosial melalui ungkapan yang sederhana dan satiris. Meskipun hanya terdiri atas empat larik, puisi ini menyampaikan pesan yang tajam mengenai sifat manusia, terutama mereka yang semakin memperoleh kedudukan, kekuasaan, atau popularitas.
Penyair memanfaatkan peribahasa yang sudah dikenal masyarakat, yaitu "semakin tinggi monyet memanjat, semakin jelas pantatnya". Ungkapan tersebut digunakan sebagai metafora bahwa semakin tinggi posisi seseorang, semakin mudah pula kekurangan, kesalahan, atau keburukannya terlihat oleh banyak orang.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kritik terhadap perilaku manusia yang semakin tampak kekurangannya ketika mencapai kedudukan atau posisi yang lebih tinggi. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang kekuasaan, moralitas, introspeksi diri, dan konsekuensi dari menjadi figur publik.
Puisi ini bercerita tentang seekor monyet yang memanjat semakin tinggi. Semakin tinggi posisinya, semakin jelas bagian tubuhnya yang sebelumnya tidak terlalu terlihat.
Namun, gambaran tersebut bukanlah tentang monyet secara harfiah. Penyair menggunakan monyet sebagai simbol manusia. Ketika seseorang memperoleh jabatan, kekuasaan, atau popularitas, kehidupannya akan semakin diperhatikan oleh banyak orang. Akibatnya, segala kelemahan, kesalahan, bahkan keburukan yang dimiliki menjadi lebih mudah diketahui.
Melalui analogi sederhana ini, penyair menyampaikan kritik bahwa kedudukan tinggi tidak hanya membawa kehormatan, tetapi juga menuntut integritas dan tanggung jawab yang lebih besar.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula sorotan yang akan diterimanya. Oleh karena itu, seseorang perlu menjaga sikap, perilaku, dan moralitasnya.
Puisi ini juga menyiratkan bahwa kekuasaan tidak dapat menyembunyikan kekurangan seseorang. Justru, posisi yang tinggi sering kali membuat sifat asli seseorang semakin tampak di hadapan masyarakat.
Selain itu, puisi ini mengingatkan bahwa jabatan bukan hanya tentang kehormatan, tetapi juga tentang kesiapan menerima kritik dan pengawasan.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Beberapa amanat yang dapat dipetik dari puisi ini antara lain:
- Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar tanggung jawab yang dipikulnya.
- Jagalah integritas karena perilaku akan selalu menjadi perhatian masyarakat.
- Jangan terlena oleh jabatan atau kekuasaan.
- Lakukan introspeksi diri sebelum menilai orang lain.
- Kekuasaan tidak mampu menyembunyikan karakter seseorang dalam jangka panjang.
Puisi "Semakin Tinggi Monyet" karya Rahman Arge merupakan puisi pendek yang menyampaikan kritik sosial secara padat, tajam, dan satiris. Dengan memanfaatkan peribahasa yang telah dikenal luas, penyair mengingatkan bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula sorotan terhadap sikap, perilaku, dan integritasnya.
Puisi ini mengajak pembaca untuk menyadari bahwa jabatan dan kekuasaan bukan hanya soal prestise, melainkan juga ujian karakter yang akan selalu terlihat oleh masyarakat.
Puisi: Semakin Tinggi Monyet
Karya: Rahman Arge
Biodata Rahman Arge:
- Rahman Arge (Abdul Rahman Gega) lahir pada tanggal 17 Juli 1935 di Makassar, Sulawesi Selatan.
- Rahman Arge meninggal dunia pada tanggal 10 Agustus 2015 (pada usia 80).
- Edjaan Tempo Doeloe: Rachman Arge.