Puisi: Yell-Yell (Karya F. Rahardi)

Puisi "Yell-Yell" karya F. Rahardi menggambarkan suara masyarakat yang dipenuhi harapan, tuntutan, dan kekecewaan terhadap keadaan yang mereka hadapi.
Yell-Yell

Kita berkata lapar
kita berkata haus
kita berkata sunyi
kita mengharap
ia bagikan kepastian-kepastian
kita menuntut nama-nama
kita menuntut diri kita
kita ngantuk
sementara kita lelap mendekap bantal rahsia
ia bagikan kekayaan berlimpah-limpah
di rumah-rumah pelacur kita terhibur
mimpi kita makin sunyi
diri kita makin sunyi
di mana-mana sunyi
ia pun sunyi
: sunyi.

13 Desember 1969

Sumber: Semangat (September, 1971)

Analisis Puisi:

Puisi "Yell-Yell" karya F. Rahardi merupakan puisi yang bernuansa kritik sosial dan politik. Dengan menggunakan pengulangan kata serta sudut pandang kolektif melalui kata "kita", penyair menggambarkan suara masyarakat yang dipenuhi harapan, tuntutan, dan kekecewaan terhadap keadaan yang mereka hadapi.

Judul "Yell-Yell" mengisyaratkan sebuah seruan atau pekikan bersama. Namun, alih-alih menghadirkan semangat perjuangan, puisi ini justru menunjukkan bagaimana suara masyarakat perlahan berubah menjadi keheningan akibat harapan yang tidak terpenuhi dan sikap pasif terhadap kenyataan.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kritik terhadap kondisi sosial dan kepemimpinan yang tidak memenuhi harapan masyarakat. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang ketimpangan sosial, kekecewaan kolektif, sikap apatis, serta hilangnya harapan di tengah kehidupan masyarakat.

Puisi ini bercerita tentang sekelompok masyarakat yang menyampaikan berbagai kebutuhan dan harapan mereka.

Pada awal puisi, penyair menyatakan:

"Kita berkata lapar
kita berkata haus
kita berkata sunyi."

Ungkapan tersebut menggambarkan kondisi masyarakat yang mengalami kekurangan, baik secara ekonomi maupun batin.

Mereka berharap ada seseorang atau pihak yang mampu memberikan kepastian.

"kita mengharap
ia bagikan kepastian-kepastian."

Namun, harapan itu tidak terwujud sebagaimana yang diinginkan. Justru muncul ironi ketika masyarakat sendiri digambarkan tertidur dan terlena.

"sementara kita lelap mendekap bantal rahsia."

Di sisi lain, sosok "ia" digambarkan membagikan kekayaan secara berlimpah, sementara masyarakat mencari hiburan sesaat hingga akhirnya semakin kehilangan arah.

Puisi ditutup dengan pengulangan kata "sunyi", yang menegaskan bahwa bukan hanya masyarakat yang mengalami kehampaan, tetapi juga pihak yang berkuasa.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah bahwa perubahan tidak akan terjadi apabila masyarakat hanya mengeluh tanpa melakukan tindakan nyata.

Penyair juga mengkritik kondisi ketika kekuasaan gagal menjawab kebutuhan rakyat, sementara masyarakat sendiri terlena oleh kenyamanan semu dan hiburan yang membuat mereka melupakan persoalan utama.

Pengulangan kata "sunyi" menyiratkan kehampaan bersama. Tidak hanya rakyat yang kehilangan harapan, tetapi juga pemimpin yang kehilangan makna kepemimpinannya.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Beberapa amanat yang dapat dipetik dari puisi ini adalah:
  • Jangan hanya menyampaikan keluhan tanpa berusaha melakukan perubahan.
  • Pemimpin hendaknya memenuhi amanah dan memberikan kepastian kepada masyarakat.
  • Masyarakat perlu tetap kritis dan tidak terlena oleh kenyamanan atau hiburan yang bersifat sementara.
  • Kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
  • Kesunyian sosial dapat diatasi melalui kepedulian, keberanian, dan tindakan bersama.
Puisi "Yell-Yell" karya F. Rahardi merupakan puisi kritik sosial yang menyoroti hubungan antara masyarakat dan kekuasaan. Penyair menggambarkan harapan yang tidak terpenuhi serta ironi ketika masyarakat sendiri terjebak dalam sikap pasif.

Floribertus Rahardi
Puisi: Yell-Yell
Karya: F. Rahardi

Biodata F. Rahardi:
  • F. Rahardi (Floribertus Rahardi) lahir pada tanggal 10 Juni 1950 di Ambarawa, Jawa Tengah.
© Sepenuhnya. All rights reserved.