Puisi: Cara Supaya Dirindu (Karya Melki Deni)

Puisi “Cara Supaya Dirindu” karya Melki Deni mengingatkan bahwa manusia sering berubah dalam menafsirkan perasaan. Karena itu, seseorang perlu ...
Cara Supaya Dirindu

Malam dianugerahi begitu banyak rindu,
dan kita semua wajib ke sana sewaktu angin
berjalan pelan di luar. Tetapi kau tidak pernah bertanya
bagaimana cara supaya kita dirindu? Sejak itu pun
aku punya tiga cara supaya kita dirindu; Pertama, keluarlah
dari kemegahan tembok keegoisan, berjalanlah ke dunia yang luas
supaya kau bisa rindu! Kedua, masuklah ke dalam rindumu,
supaya kau tahu siapa yang kau rindu! Ketiga, tinggallah
di dalam kepala siapa yang kau rindukan itu,
supaya kau tahu mengapa dia tak habis-habisnya merindukanmu!
Rindu adalah anak kandung dari Kenangan yang setia menunggu kita,
menjemputnya sampai ia berjalan di depan.
Rindu adalah induk kandung dari Masa Depan yang berjalan lamban
dalam diam dan tenang dalam Pengharapan.
Itu sebabnya ia tidak bisa berubah.
Kitalah yang berubah-ubah menafsirkannya.

Spain, April 3, 2023

Analisis Puisi:

Puisi “Cara Supaya Dirindu” karya Melki Deni merupakan puisi yang membahas tentang rindu, kenangan, keegoisan, dan hubungan manusia dengan orang yang dicintai atau dirindukannya. Penyair menyampaikan gagasan tersebut dengan cara yang reflektif dan komunikatif, seolah-olah sedang memberikan nasihat kepada seseorang tentang bagaimana cara agar kehadirannya memiliki arti bagi orang lain.

Keunikan puisi ini terletak pada gagasan bahwa rindu tidak hanya muncul karena jarak. Rindu berkaitan erat dengan kenangan, pengharapan, dan perubahan manusia dalam memahami perasaan. Penyair bahkan memberikan “tiga cara” agar seseorang dapat dirindukan, yaitu keluar dari keegoisan, memahami siapa yang dirindukan, dan berusaha memahami posisi orang yang merindukannya.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kerinduan dan hubungan emosional antarmanusia yang dibangun melalui kenangan, pengharapan, dan kepedulian.

Tema tersebut terlihat sejak awal:

“Malam dianugerahi begitu banyak rindu”

Malam digambarkan sebagai waktu yang dipenuhi perasaan rindu. Selanjutnya, penyair tidak hanya membicarakan rindu dari sudut pandang orang yang merindukan, tetapi juga membahas bagaimana seseorang dapat menjadi sosok yang dirindukan.

Hal tersebut diwujudkan melalui tiga cara yang disampaikan penyair:
  • Keluar dari keegoisan dan membuka diri terhadap dunia.
  • Memahami siapa yang sebenarnya dirindukan.
  • Berusaha memahami posisi orang yang merindukan diri kita.
Dengan demikian, tema puisi bukan sekadar kerinduan, tetapi juga usaha memahami hakikat rindu dan hubungan antara dua manusia.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa rindu bukan sekadar perasaan yang muncul karena jarak, melainkan hasil dari hubungan emosional, kenangan, dan keberadaan seseorang dalam kehidupan orang lain.

Penyair menunjukkan bahwa untuk dapat merasakan rindu, seseorang harus terlebih dahulu membuka diri. “Tembok keegoisan” merupakan simbol penghalang yang membuat seseorang sulit memahami perasaan orang lain.

Selain itu, rindu digambarkan memiliki hubungan erat dengan masa lalu dan masa depan:

“Rindu adalah anak kandung dari Kenangan yang setia menunggu kita”

Ungkapan ini menunjukkan bahwa rindu dapat lahir dari kenangan. Ketika seseorang mengingat pengalaman, kebersamaan, atau seseorang yang berarti, kerinduan dapat muncul.

Kemudian penyair mengatakan:

“Rindu adalah induk kandung dari Masa Depan”

Makna yang dapat ditarik adalah bahwa rindu juga memiliki hubungan dengan harapan terhadap sesuatu yang belum terjadi. Seseorang merindukan pertemuan, kebersamaan, atau keadaan yang diharapkan terjadi pada masa depan.

Bagian akhir menjadi salah satu gagasan terpenting:

“Itu sebabnya ia tidak bisa berubah.
Kitalah yang berubah-ubah menafsirkannya.”

Artinya, hakikat rindu pada dasarnya tetap, tetapi manusia dapat mengalami perubahan dalam memahami dan menafsirkan perasaan tersebut. Perasaan yang sama dapat terasa berbeda karena manusia dan keadaan terus berubah.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Amanat yang disampaikan dalam puisi ini adalah bahwa untuk dapat dicintai, dirindukan, dan dipahami, seseorang harus mampu keluar dari keegoisan serta berusaha memahami perasaan orang lain.

Puisi mengajarkan bahwa hubungan yang bermakna tidak dapat dibangun hanya dengan memikirkan diri sendiri. Seseorang perlu membuka diri terhadap dunia, memahami perasaannya sendiri, dan mencoba melihat dirinya dari sudut pandang orang lain.

Pesan lainnya adalah pentingnya menghargai kenangan dan pengharapan. Rindu dapat menjadi penghubung antara apa yang telah terjadi dengan apa yang masih diharapkan terjadi.

Puisi mengingatkan bahwa manusia sering berubah dalam menafsirkan perasaan. Karena itu, seseorang perlu berhati-hati dalam memahami rindu, cinta, dan hubungan emosional agar tidak salah mengartikannya.

Puisi Melki Deni
Puisi: Cara Supaya Dirindu
Karya: Melki Deni

Biodata Melki Deni:
  • Melki Deni adalah mahasiswa STFK Ledalero, Maumere, Flores, NTT.
  • Melki Deni menjuarai beberapa lomba penulisan karya sastra, musikalisasi puisi, dan sayembara karya ilmiah baik lokal maupun tingkat nasional.
  • Buku Antologi Puisi pertamanya berjudul TikTok. Aku Tidak Klik Maka Aku Paceklik (Yogyakarta: Moya Zam Zam, 2022).
  • Saat ini ia tinggal di Madrid, Spanyol.
© Sepenuhnya. All rights reserved.