Puisi: Doa Seorang Bocah (Karya Andre Hardjana)

Puisi “Doa Seorang Bocah” karya Andre Hardjana mengajarkan bahwa cinta bukan hanya tentang mendapatkan sesuatu dari orang lain. Cinta yang baik ...
Doa Seorang Bocah

jadikan cintaku langit di malam hari
ya tuhan kebenaran semesta yang ramah

kerna langit itu pada setiap waktu
mampu memberi apa saja
apa saja, bintang-bintang, bulan
dan matahari di dalam kandungan

bermula kemesraan pada bumi
di kala senja
dan berakhir keramahan hati
di kala fajar menjagakan bumi.

1965

Sumber: Astana Kastawa 2 (2015)

Analisis Puisi:

Puisi “Doa Seorang Bocah” karya Andre Hardjana merupakan puisi yang mengungkapkan harapan sederhana tetapi mendalam melalui bentuk doa kepada Tuhan. Penyair menggunakan sudut pandang seorang “bocah” yang memohon agar cintanya diibaratkan seperti langit malam: luas, indah, mampu memberi, dan selalu hadir bagi bumi.

Puisi ini menggunakan unsur-unsur alam seperti langit, bintang, bulan, matahari, bumi, senja, dan fajar sebagai simbol untuk menyampaikan gagasan tentang cinta, kemurahan hati, kemesraan, dan keramahan. Meskipun bahasanya sederhana, terdapat nilai filosofis yang kuat tentang bagaimana cinta seharusnya hadir dalam kehidupan.

Tema

Tema utama puisi ini adalah cinta yang tulus, luas, dan penuh kebaikan kepada sesama serta kehidupan. Tema tersebut terlihat sejak awal:

“jadikan cintaku langit di malam hari”

Tokoh lirik tidak meminta cinta yang bersifat sempit atau hanya untuk dirinya sendiri. Ia justru ingin cintanya seperti langit yang luas dan dapat memberikan banyak hal.

Hal tersebut diperjelas melalui:

“mampu memberi apa saja
apa saja, bintang-bintang, bulan
dan matahari di dalam kandungan”

Cinta yang diharapkan adalah cinta yang mampu memberi dan membawa kebaikan, bukan sekadar menerima.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa cinta yang ideal bukan hanya perasaan untuk memiliki seseorang, tetapi juga kemampuan untuk memberi, melindungi, menyayangi, dan menghadirkan kebaikan bagi kehidupan.

Langit menjadi simbol penting dalam puisi. Langit bersifat luas dan menaungi bumi. Dengan menjadikan cinta seperti langit, tokoh lirik seolah ingin memiliki cinta yang:
  • luas dan tidak terbatas;
  • mampu memberi;
  • melindungi;
  • menghadirkan keindahan;
  • dan selalu hadir dalam kehidupan.
Ungkapan:

“mampu memberi apa saja”

menunjukkan bahwa cinta ideal digambarkan sebagai sesuatu yang dermawan dan tidak egois.

Sementara itu, pergantian senja menuju fajar menunjukkan bahwa cinta hadir dalam perjalanan waktu. Senja menjadi awal kemesraan, sedangkan fajar membawa keramahan baru.

Secara lebih dalam, puisi ini dapat dimaknai sebagai doa agar manusia memiliki hati yang penuh kasih dan mampu memberikan manfaat kepada sesama.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Amanat yang disampaikan dalam puisi ini adalah bahwa cinta seharusnya diwujudkan dalam bentuk kasih sayang, pemberian, keramahan, dan kebaikan kepada kehidupan di sekitar kita.

Puisi mengajarkan bahwa cinta bukan hanya tentang mendapatkan sesuatu dari orang lain. Cinta yang baik justru memiliki kemampuan untuk memberi dan menaungi, seperti langit yang menaungi bumi.

Selain itu, puisi menyampaikan pentingnya memiliki hati yang ramah. Kata “keramahan” menjadi salah satu gagasan penting karena cinta tidak cukup hanya dirasakan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui sikap kepada orang lain.

Puisi juga mengajarkan agar manusia menjaga ketulusan dan kepolosan hati. Sudut pandang “bocah” memperlihatkan sebuah harapan yang sederhana: menjadi seseorang yang mampu memberikan kebaikan kepada dunia.

Puisi Andre Hardjana Sepenuhnya
Puisi: Doa Seorang Bocah
Karya: Andre Hardjana
© Sepenuhnya. All rights reserved.