Perempuan Ini
Kesepian mengetuk-ngetuk dadaku begitu nyaring
Rupanya ingin merenggut waktu sibukku
Bukan lantaran lelakiku ingin dibelai
Atau anakku minta disusui
Atau setumpuk pekerjaan kantor di meja
Tapi jemu yang akut ikut menggoda kepalaku
Untuk melompat dari dunia kini
Dunia keperempuanan yang menuntut tenaga
Juga hati.
Sedang lelaki hanya punya satu ukuran, bekerja
Manakah yang terbaik, jika perempuan yang bekerja
ingin jeda sebentar saja.
Bukan berarti perempuan tak punya kekuatan
Tapi hanya ingin menghitung sisa waktu untuknya
Desember, 2009
Sumber: Kompas (16 Desember 2009)
Analisis Puisi:
Puisi "Perempuan Ini" karya Weni Suryandari menyentuh tema kesepian, peran perempuan, dan dinamika kehidupan seorang perempuan yang bekerja. Melalui kata-kata yang sederhana namun bermakna, penyair menggambarkan pengalaman dan perasaan seorang perempuan modern.
Kesepian yang Mengetuk-Ngetuk: Dengan menyatakan bahwa kesepian "mengetuk-ngetuk dadaku begitu nyaring," penyair menciptakan gambaran suara yang kuat dan intens dari kesepian. Kesepian menjadi tokoh yang "merenggut waktu sibuk," menggambarkan dampaknya pada kehidupan sehari-hari.
Dua Dimensi Kesepian: Puisi ini menyoroti dua dimensi kesepian, yaitu kesepian fisik dan kesepian emosional. Sibuknya waktu dengan berbagai tanggung jawab tidak selalu dapat mengusir kesepian, yang dijabarkan sebagai "jemu yang akut" yang mengganggu pemikiran.
Dinamika Kehidupan Perempuan yang Bekerja: Dalam menjelaskan bahwa kesepian bukan hanya terkait dengan lelaki, anak, atau pekerjaan kantor, penyair menggambarkan dinamika kehidupan perempuan modern. Perempuan ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, mengeksplorasi kompleksitas dan tuntutan yang ada.
Pemisahan Peran Lelaki dan Perempuan: Dengan menyatakan bahwa "lelaki hanya punya satu ukuran, bekerja," puisi ini menyiratkan pemisahan peran yang mungkin masih ditemui dalam masyarakat. Perempuan dihadapkan pada ekspektasi banyak peran dan tuntutan yang tidak selalu diperhitungkan secara adil.
Keinginan untuk Jeda: Pernyataan "ingin jeda sebentar saja" menunjukkan kebutuhan perempuan untuk beristirahat dan merenung dalam kehidupan yang sibuk. Keinginan ini tidak mengurangi kekuatan perempuan, tetapi lebih sebagai refleksi keinginan untuk merawat diri dan menghargai dirinya sendiri.
Pertanyaan pada Kualitas Hidup: Puisi menimbulkan pertanyaan tentang kualitas hidup dan kebutuhan akan waktu pribadi. Penyair merangsang pemikiran tentang apa yang sesungguhnya penting dalam kehidupan dan bagaimana perempuan dapat menemukan keseimbangan di antara segala tuntutan.
Puisi "Perempuan Ini" merangkum kompleksitas perempuan modern yang berusaha mengatasi kesepian dan menemukan makna dalam kehidupan yang sibuk. Weni Suryandari berhasil menyampaikan pesan tentang kebutuhan akan keseimbangan dan pemahaman terhadap diri sendiri dalam menjalani peran dan tanggung jawab yang beragam.
Karya: Weni Suryandari
Biodata Weni Suryandari:
- Weni Suryandari lahir pada tanggal 4 Februari 1966 di Surabaya, Indonesia.
