Sajak Seekor Badak
(untuk 50 ekor badak jawa yang hampir punah di ujung kulon)
saat kau resah dan sendiri
bersembunyilah di sini
pada kubangan pada sesemakan
pada tiga goresan culaku di batang-batang pohon
tunggu ia datang
mengukur jejakmu
menebak adamu
menghitung hidupmu
di dalam sini
sembunyimu abadi
dengan limapuluh ekor kesunyian
di Dandaka-Dandaka rahasia
sebelum Bharatayuddha
8 Maret 2011
Sumber: Minggu Pagi (14 Oktober 2011)
Analisis Puisi:
Puisi "Sajak Seekor Badak" karya Susy Ayu mengeksplorasi konsep ketenangan dan perlindungan dalam kesunyian, dengan menggunakan gambaran seekor badak. Puisi ini menciptakan suasana yang kaya dengan makna simbolis dan mengajak pembaca untuk merenung tentang keberanian, kekuatan, dan tempat perlindungan di tengah kegelisahan.
Simbolisme Seekor Badak: Badak dalam puisi menjadi simbol ketenangan dan kekuatan. Ketebalan kulit badak menciptakan gambaran keamanan dan ketahanan terhadap tekanan dan kehidupan sehari-hari. Badak juga dapat diartikan sebagai pelindung yang dapat memberikan perlindungan terhadap resah dan kegelisahan.
Pencarian Ketenangan: Penyair dalam puisi mengajak untuk bersembunyi di kubangan dan sesemakan, menciptakan gambaran tempat yang terlindung dan jauh dari kegelisahan. Dalam keheningan dan kesunyian, mencari ketenangan menjadi fokus utama.
Goresan pada Pohon: Tiga goresan culak di batang-batang pohon memberikan kesan tanda atau penanda. Ini mungkin mencerminkan keberadaan penyair, atau tanda-tanda kehidupan yang meninggalkan jejak dan membentuk identitas.
Kesunyian dan Perlindungan: "Limapuluh ekor kesunyian" menciptakan gambaran ketenangan dan hening yang mendalam. Kesunyian di sini bukanlah kekosongan, melainkan tempat yang penuh dengan makna dan perlindungan.
Dandaka-Dandaka Rahasia: Merujuk pada Dandaka, yang dalam epos Ramayana adalah hutan yang berbahaya. Namun, dalam puisi ini, Dandaka-Dandaka menjadi tempat rahasia yang aman dan terlindungi. Hal ini menunjukkan bahwa bahkan dalam kegelisahan dan bahaya, ada tempat perlindungan yang tersembunyi.
Bharatayuddha: Kata ini merujuk pada peperangan dalam epos Ramayana. Pemilihan kata ini memberikan dimensi epik dan menunjukkan bahwa bahkan dalam ketenangan, ada kesiapan menghadapi perjuangan hidup.
Puisi "Sajak Seekor Badak" mengajak pembaca untuk merenungkan keberanian, ketenangan, dan tempat perlindungan dalam kehidupan yang penuh tekanan. Melalui simbolisme seekor badak dan gambaran hutan serta kesunyian, Susy Ayu menciptakan karya yang mempesona dan memberikan makna mendalam tentang perjalanan roh dan perlindungan dalam kehidupan.
Karya: Susy Ayu
Biodata Susy Ayu:
- Susy Ayu lahir pada tanggal 14 Juni 1972 di Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia.
