Puisi: Jenderal Urip Sumohardjo (Karya Sides Sudyarto D. S.) Jenderal Urip Sumohardjo Jenderal yang tangguh kau adalah pemuka Tentara Nasional Indonesia Tentara perjuangan Pembela Tanah Air dan bangsa Kuat tegu…
Puisi: Ketika Bersua (Karya Gunoto Saparie) Ketika Bersua ada rasa gemetar ketika kita bersua kerinduan memanggil-manggil saja sebaris puisi pun mendadak tercipta dalam degup cinta kasih paruh …
Puisi: Aduh Gusti (Karya Abdul Wachid B. S.) Aduh Gusti aduh gusti hamba debu bermandikan debu hari-hari hamba menjadi kelabu hitam-putih putih-hitam tidak menentu aduh gusti ha…
Puisi: Malam di Sebuah Surau Demak (Karya Gunoto Saparie) Malam di Sebuah Surau Demak ada yang mengeja alif ba ta dengan gemetar suara dari langgar sebuah desa wajah pias karena puasa sampai tahun-tahun lewa…
Puisi: Sang Penari (Karya Gunoto Saparie) Sang Penari alun gamelan rawan menggerakkan tangan dan mripatmu menggeliatkan pinggulmu alun gamelan terus saja mengalunkan lagu surga apakah gerak p…
Puisi: Pukul 12 Malam (Karya Gunoto Saparie) Pukul 12 Malam malam hening purba detik jam pun terdiam menyelam aku ke dalam membasuh luka sebuah buku tergeletak di meja tak habis terbaca air di…
Puisi: Bunga-Bunga Daun Luruh (Karya Korrie Layun Rampan) Bunga-Bunga Daun Luruh Bunga-bunga daun luruh Halaman ditinggal adzan Jalanan senyap lubuk terpendam Ke ujung tangisan Suara menyapa dalam luruhan Be…
Puisi: Di Ujung Dago (Karya Acep Zamzam Noor) Di Ujung Dago Sunyi mengalunkan lagu Pun segala jemu. Semilir angin mengurapi rabu Ketika langkahku kehilangan tuju Di antara pohon-pohon …
Puisi: Ibu (Karya Acep Zamzam Noor) Ibu Di rambut angin sunyi itu berbaring Di sebuah hutan yang jauh. Di rambut malam Sunyi itu sembunyi, dari matahari Lalu menjadi seorang ibu bagi mu…
Puisi: Alamku Indonesia (Karya Bambang Lukito) Alamku Indonesia Alamku Indonesia Alam yang penuh bahagia Sawah dan ladang luas menghampar Bagaikan permadani tergelar. Bermacam-macam bunga bermekar…
Puisi: Balada Perajurit Indonesia (Karya Sides Sudyarto D. S.) Balada Perajurit Indonesia Dari dulu hingga kini engkau mengabdi Berjuang menjaga Ibu Pertiwi Dari masa ke masa kau tegak berdiri Membela negeri ini …
Puisi: Ditemani Hujan (Karya Ferlisa Triandaru Ifrana) Ditemani Hujan Hujan di jalan pulang Bersanding dengan petir Gemuruhnya petir bersuara lantang Kilatnya petir jatuh bersama air Menakutkan bagi yang …