Puisi Ahda Imran

Puisi: Sri Menjahit (Karya Ahda Imran)

Sri Menjahit Di permukaan kain guntingku memisahkan siang dan malam Duduk tenang mengayuh mesin perjalananku meniti benang. Benang yang me…

Puisi: Semanggi (Karya Ahda Imran)

Semanggi Meminjam tubuhmu dari jalanan penuh tentara dan mahasiswa: Aku penari dengan kening yang retak. Ranting angin tumbuh dan menjulur…

Puisi: Hujan yang Berwarna Hitam (Karya Ahda Imran)

Hujan yang Berwarna Hitam Hujan yang berwarna hitam adalah hantu yang bersedih dirangkumnya sekalian malam …

Puisi: Jalan Tan Malaka, Payakumbuh (Karya Ahda Imran)

Jalan Tan Malaka, Payakumbuh Lurus jalan menuju Suliki di ujungnya persimpangan - Koto Tangah dan Koto Tingi keduanya menuju ke dalam lemb…

Puisi: Sebuah Kota (Karya Ahda Imran)

Sebuah Kota Kota ini berakhir di sebuah bundaran jalan, di sebuah hotel dengan lampu-lampu kamar yang selalu dipecahkan orang Setiap malam suara-suar…

Puisi: Sesuatu Sedang Terjadi (Karya Ahda Imran)

Sesuatu Sedang Terjadi Sesuatu sedang terjadi. Orang-orang berkumpul di dermaga, bersiap berangkat tapi entah hendak ke mana dan entah unt…

Puisi: Rumah Sakit Hasan Sadikin (Karya Ahda Imran)

Rumah Sakit Hasan Sadikin Aku sakit. Orang-orang terbaring di atas tubuhku. Mereka demam . Angin membawa debu…

Puisi: Papua (Karya Ahda Imran)

Papua Lalu seluruh lembah mengeluarkan pekiknya sakit yang sampai ke lubuk sungai. Pulau-pulau karang berwarna toska, padang-padang rumput, …

Puisi: Jantung Bayang (Karya Ahda Imran)

Jantung Bayang Aku si jantung bayang Makhluk halus penunggu menara purba Berdegup di tengah jemaat dan nestapa Menghembus dari pintu ang…

Puisi: Perempuan yang Menyulam di Tepi Sungai (Karya Ahda Imran)

Perempuan yang Menyulam di Tepi Sungai Kusulam sungai dengan tangan yang sakit, dengan bergelas-gelas kopi, dengan seluruh ingatan buruk yang…

Puisi: Buat Drawing Tisna Sanjaya (Karya Ahda Imran)

Buat Drawing Tisna Sanjaya Kata orang suci Lidah sedingin belati Jubah orang suci Putih orang mati. 2017 Analisis Puisi: Puisi "B…

Puisi: Tan Malaka (Karya Ahda Imran)

Tan Malaka pejalan jauh tak bertubuh pergi datang tak berbayang 2012 Analisis Puisi : Puisi "T…

Puisi: Dalam Kapal Nuh (Karya Ahda Imran)

Dalam Kapal Nuh Seperti mantel bulu yang lembab suaramu menyelubungi pikiran. Selubung yang membuat tubuhku menjadi biru. Selubung yang me…
© Sepenuhnya. All rights reserved.