Puisi: Camping (Karya Beni R. Budiman) Camping Di bawah gunung kesepian bergulung dan memuncak Dan pada hamparan daratan kuabadikan kecemasan Tebing batu cadas dan pin…
Puisi: Kota Angin (Karya Beni R. Budiman) Kota Angin Ternyata tak hanya di kotaku angin mampu Menyihir kerikil sebagai gumpalan pasir Dan menciptakan air mata terus menga…
Puisi: Api Unggun (Karya Beni R. Budiman) Api Unggun Malam itu tak ada kemarahan paling sempurna Selain dingin dan gelap yang pekat. Kesepian Mengekalkan suara burung han…
Puisi: Kadipaten (Karya Beni R. Budiman) Kadipaten Dua rel kereta membagi kota yang tak mau Mati. Lalu lalang orang sepanjang lorong Pasar. Kendaraan yang datang dan pulang Menghar…
Puisi: Sepanjang Namamu (Karya Beni R. Budiman) Sepanjang Namamu (1) Belum lengkap kusebut namamu. Sedangkan Fajar telah lama mekar. Kabut pagi terus Beringsut. Dan burung-burung bersiu…
Puisi: Madah Laut (Karya Beni R. Budiman) Madah Laut Laut adalah luka tanpa harga yang mengaduh sia-sia ketika kata lupa pada bahasa dan kepala hanya tulang rangka (I) Telah l…
Puisi: Di Antara Batu-Batu (Karya Beni R. Budiman) Di Antara Batu-Batu Dia antara batu-batu lumut menari dalam air kali Ganggang berenang tenang. Dan capung melayang Bersama belalang. Anak-ana…
Puisi: Penunggu Makam (Karya Beni R. Budiman) Penunggu Makam Di sebuah malam ketika sepi bintang Kami seperti pagar bambu di halaman Menanti matahari dan cucian pakaian Kali dan serangg…
Puisi: Karnaval (Karya Beni R. Budiman) Karnaval Dengan pakaian berwarna kita bergaya. Beriring Dalam barisan bebek. Kita kembali sebagai anak Pada karnaval hari-hari b…
Puisi: Fragmen Pandai Besi (Karya Beni R. Budiman) Fragmen Pandai Besi Harry Roesli Lubang angin menempa kering batok kelapa sebagai Bara yang nyala. Sebuah per baja menderita dalam Marah ya…
Puisi: Gerimis Malam (Karya Beni R. Budiman) Gerimis Malam Gerimis malam mematahkan remang mercury Dan bintang jadi ngeri mengulum senyum Hanya kelelawar berani keluar. Terbang Di anta…
Puisi: Akuarium (Karya Beni R. Budiman) Akuarium Ikankah kau yang bicara dalam kaca Berenang dalam lampu remang Di luar pecinta terpana pada ekormu Yang mengundang tualang Seg…
Puisi: Sanglot (Karya Beni R. Budiman) Sanglot Kesedihan bagaimanapun bukan harapan Tapi biji benalu yang hinggap bersama Burung. Dan matahari, angin, dan hujan Mengirim gairah h…