Puisi Beni R. Budiman

Puisi: Korsel (Karya Beni R. Budiman)

Korsel Bumi seperti tinggal sebesar Korsel Berputar di sebuah pesta pasar malam Bergelombang di tengah tanah lapang Dan kaki lima melingkar…

Puisi: Gerimis Malam (Karya Beni R. Budiman)

Gerimis Malam Gerimis malam mematahkan remang mercury Dan bintang jadi ngeri mengulum senyum Hanya kelelawar berani keluar. Terbang Di anta…

Puisi: Akuarium (Karya Beni R. Budiman)

Akuarium Ikankah kau yang bicara dalam kaca Berenang dalam lampu remang Di luar pecinta terpana pada ekormu Yang mengundang tualang Seg…

Puisi: Sanglot (Karya Beni R. Budiman)

Sanglot Kesedihan bagaimanapun bukan harapan Tapi biji benalu yang hinggap bersama Burung. Dan matahari, angin, dan hujan Mengirim gairah h…

Puisi: Di Pelabuhan Cirebon (Karya Beni R. Budiman)

Di Pelabuhan Cirebon “Mon beau navire O ma memoire Avons-nous assez navigue” (Guillame Apollinaire) Di pelabuhan Cirebon, laut dan hatiku b…

Puisi: Fantasi Siang (Karya Beni R. Budiman)

Fantasi Siang Duduk di beranda tengah dan langit memangku Tungku api. Matahari seperti sedang membakar Poci dan cangkir tembikar…

Puisi: Api Unggun (Karya Beni R. Budiman)

Api Unggun Malam itu tak ada kemarahan paling sempurna Selain dingin dan gelap yang pekat. Kesepian Mengekalkan suara burung han…

Puisi: Thespian (Karya Beni R. Budiman)

Thespian in memoriam Li Hayati Tepuk tangan penonton itu seperti iring-iringan Doa. Dan lambaiannya menjelma untaian kata yang D…

Puisi: Kota Angin (Karya Beni R. Budiman)

Kota Angin Ternyata tak hanya di kotaku angin mampu Menyihir kerikil sebagai gumpalan pasir Dan menciptakan air mata terus menga…

Puisi: Maka Ramadhan Pun Usai (Karya Beni R. Budiman)

Maka Ramadhan Pun Usai Maka ramadhan pun usai, bisik angin. Daun-daun Sangsai melambai. Lalu aku pun lunglai. Di luar, Anak-anak…

Puisi: Lagu Pohon Pala (Karya Beni R. Budiman)

Lagu Pohon Pala Waktu selalu menolak bumi Menjadi abadi Karenanya jenis kelamin Tak lagi guna:  Semua hamba Semua iba Sebuah jembat…

Puisi: Guernica (Karya Beni R. Budiman)

Guernica * Runtuhan puing itu selalu bercerita di matamu Jaga bercak hitam sisa kobaran api yang geram Bertahun air mata pun tak kuasa memupu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.