Puisi: Yang Selalu Terjadi di Hari Minggu (Karya Gunawan Maryanto) Yang Selalu Terjadi di Hari Minggu (: inez dikara) Ia mengacungkan kuas itu persis ke mukaku mungkin bertanya atau hanya menggerutu: …
Puisi: Jineman Uler Kambang (Karya Gunawan Maryanto) Jineman Uler Kambang (: sg) (1) gong ataukah perempuan yang berdiam di dalamnya memintaku berjanji kesekian kali untuk kembali bas…
Puisi: Jeda yang Ajaib (Karya Gunawan Maryanto) Jeda yang Ajaib (: dsr) Dalam jeda yang singkat ingin kutulis pesan atau barangkali panggilan : nama atau sebuah kalimat – sebe…
Puisi: Syair Terakhir (Karya Gunawan Maryanto) Syair Terakhir (: erwin zubiyan) di tepi river torrents rumput tumbuh di sekujur tubuh kita, win bersama angsa-angsa hitam be…
Puisi: Kapal Kertas (Karya Gunawan Maryanto) Kapal Kertas Mari berlayar Perahu kertas ini akan membawamu : dunia tanpa warna. Rentangkan tanganmu Sambut angin seperti ibumu …
Puisi: Sinom (Karya Gunawan Maryanto) Sinom Dik, ruang begitu lengang Dik, ruang begitu sunyi Mereka entah ke mana Mencabar serupa mimpi Pada sebuah pagi Hilang leny…
Puisi: Kembang Sepasang (Karya Gunawan Maryanto) Kembang Sepasang sepasang anak perempuan adalah sepasang kembang yang kausembunyikan di belakang rumah agar kala yang datang setia…
Puisi: Wisa Kentir ing Maruta (Karya Gunawan Maryanto) Wisa Kentir ing Maruta Desember-Februari Langit gelap Angin beracun Tetapi janji-janji mesti ditepati Seperti bibit padi yang harus …
Puisi: Sinden (Karya Gunawan Maryanto) Sinden suaramu menggambar rumah yang ingin sekali kutinggali (seratus meter persegi dengan taman kecil tersembunyi di bawah sebua…
Puisi: Samadi (Karya Gunawan Maryanto) Samadi Berdiam di rumahmu seperti berdiam di dalam tubuhmu (Sesepi inikah kamu) Angin mati di beranda terguling bersama kucing-kucing …
Puisi: Amba (Karya Gunawan Maryanto) Amba Aku kalung teratai yang tergantung di gagang pintu Menunggumu mengenakanku pada sebuah perang Separuh diriku yang lain adalah sungai ke…
Puisi: Perkara Lama (Karya Gunawan Maryanto) Perkara Lama ( 1 ) (: rks) Sekali lagi aku jatuh cinta pada ranting keringmu Pada keras dan getasmu Pada padang pasir yang kaubebat d…