Puisi: Malaikat (Karya Gunoto Saparie) Malaikat benarkah kau malaikat itu terbang merendah di dalam kamar menghempaskan sayap-sayapmu dengan tergesa-gesa di kasur? aku tak pernah mengenalm…
Puisi: Ketika Cangkul Petani Terayun (Karya Gunoto Saparie) Ketika Cangkul Petani Terayun masih terlalu pagi, tuan ketika cangkul petani terayun tubuh legam basah keringat tanah hitam subur juga liat ketika m…
Puisi: Misalnya Kau Hawa (Karya Gunoto Saparie) Misalnya Kau Hawa tak sengaja kusebut namamu saat kita bersua di sebuah taman namun apel tak mengenyangkanku dosa bisa merampas kebahagiaan misalnya …
Puisi: Apel (Karya Gunoto Saparie) Apel tergenggam sebutir apel merah katamu: rabalah ranum kehangatannya menguar harum aroma nirwana ketika hasrat adam tak sudah-sudah 2022 Analisis P…
Puisi: Kepada Ibu (Karya Gunoto Saparie) Kepada Ibu keteduhan wajah ibu adalah ketenangan hati keluarga seberkas puisi-puisi rindu tiga belas anakmu mendoa pada malam-malam sepi kami menyuru…
Puisi: Keris (Karya Gunoto Saparie) Keris kusimpan di lemari keris itu bertahun-tahun, mungkin sia-sia mungkin berkarat tak berguna kau bukan siapa pun, bukan milikku 2020 Analisis Puis…
Puisi: Melancholia (Karya Gunoto Saparie) Melancholia Daun-daun kering luruh Terdengar suaramu rawan Kenangan hanya bikin hati rapuh Dan esok mungkin tak ada harapan Ada biangl…
Puisi: Sebuah Sungai di Daerah Pegunungan (Karya Gunoto Saparie) Sebuah Sungai di Daerah Pegunungan Kucari jejak bidadari di batu-batu sungai Kucari seperti dalam dongengmu Nawangwulan yang ayu Namun p…
Puisi: Di Serambi Masjid Agung Demak (Karya Gunoto Saparie) Di Serambi Masjid Agung Demak gerimis berjatuhan di halaman masjid ketika jemaah menyelesaikan salat selamat malam, demak yang basah aku pun mencari …
Puisi: Magrib Pun Tiba Terbata-bata (Karya Gunoto Saparie) Magrib Pun Tiba Terbata-bata magrib pun tiba terbata-bata ketika kau mengeja ayat-ayat suci di luar jendela gugur dedaunan tua ada seekor kelelawar t…