Puisi: Ada Jalan Setapak (Karya Gunoto Saparie) Ada Jalan Setapak ada jalan setapak muncul dalam ingatan masa kanak yang lasak bermain di pesawahan di antara rimbun ilalang kulalui lebuh sunyi menu…
Puisi: Dan Ramadan Pun Sebentar Lagi Tiba (Karya Gunoto Saparie) Dan Ramadan Pun Sebentar Lagi Tiba dan ramadan pun sebentar lagi tiba terbata-bata di ujung magrib marhaban, marhaban, ya matahari bersembunyi dan ra…
Puisi: Peta (Karya Gunoto Saparie) Peta kubaca peta pada telapak tanganmu nasib mungkin menjadi klise sejak lahir ada garis kekayaan, titik-titik kelabu ada pilihan-pilihan, namun ada …
Puisi: Kitab Suci (Karya Gunoto Saparie) Kitab Suci huruf-huruf kitab suci-Mu Tuhanku, mengapakah mengabur tak terbaca, tak tereja oleh sang penzina , sang pendosa? aku tak tahu…
Puisi: Dalam Kamar (Karya Gunoto Saparie) Dalam Kamar dalam gelap kamarmu di malam jahanam itu dua titik nyala matamu membakarku, menghanguskanku apakah benar kau menyayangiku? apakah benar a…
Puisi: Lagu Sedih (Karya Gunoto Saparie) Lagu Sedih lagu sedih itu kau putar lagi untuk kesekian kali berulang-ulang tiap hari apakah kenangan bisa kembali? lagu sedih itu terbawa mimpi dala…
Puisi: Taman (Karya Gunoto Saparie) Taman kaukah itu menyendiri di taman duduk di bangku panjang berlumut beberapa ekor burung hinggap di dahan beberapa ekor capung menembus kabut kauka…
Puisi: Kwatrin Perantauan (Karya Gunoto Saparie) Kwatrin Perantauan malam pun makin larut dan malioboro basah namun tak ada pembicaraan apa pun soal kuliah kau justru lebih suka berbicara t…
Puisi: Engkau pun Menunggu (Karya Gunoto Saparie) Engkau pun Menunggu engkau pun menunggu di ujung malam sebelum kereta api sampai di stasiun sebelum lagu sedih makin terdengar rawan sebelum lampu-la…