Puisi Gunoto Saparie

Puisi: Silhuet (Karya Gunoto Saparie)

Silhuet termangu di pinggir jendela, di waktu senja kunikmati angin semesta, dalam redup cuaca lalu sunyi pun luruh, mengendap dalam kelam tak ada su…

Puisi: Titik (Karya Gunoto Saparie)

Titik titik tanda kita berhenti namun tidak pernah bisa kita justru suka pada koma sabda tak kunjung usai Analisis Puisi: Puisi "Tit…

Puisi: Kepada Sapardi Djoko Damono (Karya Gunoto Saparie)

Kepada Sapardi Djoko Damono aku mencintai hujan bulan februari barangkali sesederhana cinta punyamu maafkanlah aku, kupinjam payungmu untuk …

Puisi: Kwatrin Laut (Karya Gunoto Saparie)

Kwatrin Laut (1) apakah yang kaucari di pantai gelap ketika malam dingin mengertap ketika camar-camar letih terbantun dan kau tahu, doamu tertahan-ta…

Puisi: Ketika Bersua (Karya Gunoto Saparie)

Ketika Bersua ada rasa gemetar ketika kita bersua kerinduan memanggil-manggil saja sebaris puisi pun mendadak tercipta dalam degup cinta kasih paruh …

Puisi: Malam di Sebuah Surau Demak (Karya Gunoto Saparie)

Malam di Sebuah Surau Demak ada yang mengeja alif ba ta dengan gemetar suara dari langgar sebuah desa wajah pias karena puasa sampai tahun-tahun lewa…

Puisi: Sang Penari (Karya Gunoto Saparie)

Sang Penari alun gamelan rawan menggerakkan tangan dan mripatmu menggeliatkan pinggulmu alun gamelan terus saja mengalunkan lagu surga apakah gerak p…

Puisi: Takdir (Karya Gunoto Saparie)

Takdir betapa pahit menerima takdir mengikuti jejak-jejak orang tua melenggang tak tahu harus ke mana dengan netra penuh kabut samar betapa pahit men…

Puisi: Potret-Potret (Karya Gunoto Saparie)

Potret-Potret potret-potret di album menyimpan peristiwa sepotong kenangan baka kutatapi sejak pagi sampai malam betapa singkat perjalanan betapa cep…

Puisi: Pukul 12 Malam (Karya Gunoto Saparie)

Pukul 12 Malam malam hening purba detik jam pun terdiam menyelam aku ke dalam membasuh luka   sebuah buku tergeletak di meja tak habis terbaca air di…
© Sepenuhnya. All rights reserved.