Puisi Gunoto Saparie

Puisi: Selebihnya Sunyi (Karya Gunoto Saparie)

Selebihnya Sunyi selebihnya adalah sunyi setelah gemuruh lautan di batin reda selebihnya malam hening cuma tak ada kata-kata, angin pun henti ketika …

Puisi: Senyum Ibu (Karya Gunoto Saparie)

Senyum Ibu senyum ibu menghiasi hari-hariku menempuh kehidupan fana, duka, dan suka senyum ibu adalah puisi, mungkin lagu kasih sayang tertebar kepad…

Puisi: Tanjung Emas (Karya Gunoto Saparie)

Tanjung Emas di pelabuhan tanjung emas, suatu senja engkaukah itu yang menarik jangkar sebelum kapal bertolak ke tenggara sebelum azan magrib mengalu…

Puisi: Anak-Anak (Karya Gunoto Saparie)

Anak-Anak anak-anak di beranda menyanyi lagu tentang matahari pagi ketika sarapan pun kumulai ketika sinyal internet tak sampai mungkin isyarat bahwa…

Puisi: Seribu Kunang-Kunang (Karya Gunoto Saparie)

Seribu Kunang-Kunang di bentangan persawahan sepi  udara pun mendingin di malam hari ada seribu kunang-kunang ada seribu kerdip nyala bintang lalu ad…

Puisi: Sajak tentang Kakek (Karya Gunoto Saparie)

Sajak tentang Kakek untuk kesekian kali kakek bercerita tentang masa-masa pahit dan lara kisah pilu penuh duka derita ketika terjajah menjadi romusha…

Puisi: Menghitung Tasbih (Karya Gunoto Saparie)

Menghitung Tasbih Menghitung tasbih pelan-pelan seusai salat magrib diselesaikan ada seberkas cahaya purnama menggaris kaca jendela musala…

Puisi: Semarang-Jakarta (Karya Gunoto Saparie)

Semarang-Jakarta Pagi masih gelap ketika kita duduk di pesawat belum lagi pukul enam, di luar merayap kabut gerimis pun mulai menderai di ka…

Puisi: Kota Tua (Karya Gunoto Saparie)

Kota Tua kota tua kota lama kota purba nyaris musna kenangan dan lumut impian sia-sia dipagut proyek pelestarian 2022 Analisis Puisi: Puisi "Kot…

Puisi: Jalan Lempang (Karya Gunoto Saparie)

Jalan Lempang jalan ini lempang saja tidak belok kanan dan kiri namun entah menuju ke mana aku tak pernah bisa mengerti jalan ini lurus saja, sayang …
© Sepenuhnya. All rights reserved.