Puisi: Mengingat Cinta (Karya Herman RN) Mengingat Cinta Mengingatmu membuatku malas menjadi pelupa Membayangmu menjadikanku rajin lupa Mungkin karena itu aku belum lupa Pada sujud …
Puisi: Wassalamu (Karya Herman RN) Wassalamu kutelusuri deret ukur dalam barisan aksara membentuk pedang fatah kasrah dlammah tanwin jadi ejaan panjang yang menentukan kucar…
Puisi: Suatu Pagi (Karya Herman RN) Suatu Pagi suatu hari telatku bangun pagi kulihat di warung kopi perempuan lebih banyak dari kaum laki kucari cut nyak ia tak menyahu…
Puisi: Tsunami (Karya Herman RN) Tsunami selusin hitung tahun berlalu bukan karena rindu tsunami teringat laksana kilat masa datangmu. Kutaraja, Desember 2016 An…
Puisi: Cinta Seorang Ibu (Karya Herman RN) Cinta Seorang Ibu karena cinta tak berbilang waktu tak pernah aku menghitung masa berlalu entah tatkala tidak atau bersamamu seke…
Puisi: Perang akan Datang Lagi (Karya Herman RN) Perang akan Datang Lagi Apa yang dapat kukatakan tentang sebuah kejujuran , Tuan? Aku agam aku inong Apa yang dapat kuungkap tentang naluri,…
Puisi: Kekasih Insan (Karya Herman RN) Kekasih Insan Dalam rentang asyura ada karbala Dalam bingkai ramadan ada malam qadar Pada keagungan rajab ada israk mikraj Pada rabiul aww…
Puisi: Perempuan Bernama Ibu (Karya Herman RN) Perempuan Bernama Ibu (1) perempuan itu bernama ibu yang telah memperlihatkan aku bulan dan matahari. niscaya tiada berbalas meski bumi tiada la…
Puisi: Kesunyian Ini Amat Panjang (Karya Herman RN) Kesunyian Ini Amat Panjang O, kekasih Kesunyian ini teramat panjang meredam tanpa pusara diantara bebatuan berdenting berpaling dari gem…
Puisi: Antara Pentagon dan Unsyiah (Karya Herman RN) Antara Pentagon dan Unsyiah Selasa, sebelas September 2001 Letusan di puncak Pentagon Katanya, sengaja dibom Saat yang sama, WTC terbakar …
Puisi: Pelangi Putih (Karya Herman RN) Pelangi Putih pelangi itu begitu putih, membaris pada suatu senja di sela-sela tangis langit. sedang pekik alam tak mampu memecah lamun, kucuri ta…
Puisi: Terlahir Tanpa Bapak dan Ibu (Karya Herman RN) Terlahir Tanpa Bapak dan Ibu Aku lahir dari pertengkaran Bapak dan Ibu aku tak berbapak jua tak beribu tak ada zigot yang membuahkan aku a…
Puisi: Bunyi (Karya Herman RN) Bunyi Kemarin semua sangat takut letusan setiap bunyi kami kira meminta nyawa "Tiarap!" kata sesuara saat dengar letusan it…
Puisi: Lebaran di Kampung Sunyi (Karya Herman RN) Lebaran di Kampung Sunyi hujan mendera pertiwi sepanjang langit dan bumi tak ada takbiran malam ini padahal kalender menyebutnya lebaran …
Puisi: Unsyiah (Karya Herman RN) Unsyiah (1) Malam, sekira embun masih semangat berdatangan dari sebalik awan Kami kehilangan timba Saat gedung pendidikan kebanggaan diamuk …