Puisi Rahmatiah

Puisi: Seriuh Laut Memanggil (Karya Rahmatiah)

Seriuh Laut Memanggil Dan lautpun kembali memelukku Membenamkan ingatannya yang pasang di semenanjung karang Jiwaku kembali berenang ke pulau-pulau M…

Puisi: Perempuan yang Mencintai Kunang-Kunang (Karya Rahmatiah)

Perempuan yang Mencintai Kunang-Kunang Teringat Ibu Dia perempuan yang selalu meletakkan lelampu Di belakang pintu Lalu kemudian pergi setelah menidu…

Puisi: Ketika Lampu-Lampu Dipadamkan (Karya Rahmatiah)

Ketika Lampu-Lampu Dipadamkan Menatap punggungmu di kejauhan Seseorang terlupa tengah menunggu siapa Seseorang yang mungkin juga terlupa             …

Puisi: Di Dalam Rumahku Ada Hujan (Karya Rahmatiah)

Di Dalam Rumahku Ada Hujan (Kepada Murli) Setiap kali aku datang Aku melihat bayanganmu meleleh Jiwaku kembali diterbangkan angina         Ke dunia e…

Puisi: Sang Penyair (Karya Rahmatiah)

Sang Penyair Semalam ia habis merendam airmata Lalu menjemurnya di pagi-pagi buta Sebab hari ini Ia tetap saja mesti bergegas pergi Kembali menemui r…

Puisi: Gerimis di Lain Senja (Karya Rahmatiah)

Gerimis di Lain Senja Setelah ini Mungkin kita akan kembali pulang ke tubuh masing-masing engkau menjadi hujan dan aku akan kembali menjadi angin Sem…

Puisi: Sepucuk Surat yang Kukirim Kepada Tuhan (Karya Rahmatiah)

Sepucuk Surat yang Kukirim Kepada Tuhan Dua tahun sejak kau kirimkan rindu Menjadi kunang-kunang yang berpijar             menghuni pohon-pohon di ke…

Puisi: Perempuan yang Kau Sebut Sebagai Istri (Karya Rahmatiah)

Perempuan yang Kau Sebut Sebagai Istri Berkali-kali ia membuka pintu Namun berkali-kali pula ia matikan lampu. Teringat segelas susu             dan …
© Sepenuhnya. All rights reserved.