Puisi Suminto A. Sayuti

Puisi: Kita pun Sampai (Karya Suminto A. Sayuti)

Kita pun Sampai Kita pun sampai. Ketika salam rembulan menyapa pantai Ketika salam rembulan menggandeng kelam. Menjadi                 suluk ki dalan…

Puisi: Sebuah Goa di Puncak Bukit (Karya Suminto A. Sayuti)

Sebuah Goa di Puncak Bukit di sebuah goa kecil di puncak bukit seonggok tubuh kerdil menggapai-gapai langit engkau mesti bersabar menakar diri menaka…

Puisi: Syair Embun Pagi (Karya Suminto A. Sayuti)

Syair Embun Pagi Hangat matahari. Kehendak pun tak pernah henti Lalu, mata pun cucuk daun. Menghirup embun pagi Jalan pun terbuka. Menuju cakrawala K…

Puisi: Kidung Pengantin (Karya Suminto A. Sayuti)

Kidung Pengantin - Sekar harap dan damba yang kita tuju ibarat terbukanya pintu yang selalu rapat tertutup kecuali kerna angin senja bersama gugur da…

Puisi: Mari, Mari Belajar Lagi (Karya Suminto A. Sayuti)

Mari, Mari Belajar Lagi Sudah terlampau lama mata kita yang terbuka Selalu gagal membaca dan rabun pada isyarat-isyarat Cinta Kita membaca gelombang …

Puisi: Syair Puncak (Karya Suminto A. Sayuti)

Syair Puncak Jangan tanyakan puncak. Mendakilah terus ke Utara Karna puncak tak pernah ada. Ialah kerendahhatian yang                 diam tanpa suar…

Puisi: Pada Suatu Waktu (Karya Suminto A. Sayuti)

Pada Suatu Waktu - in memoriam Mas Kunto Lalu gugur daun Kita terperangah. Dalam hati ngungun Cuaca berubah. Dalam dingin embun Ada yang bergegas ke …

Puisi: Secangkir Kopi (Karya Suminto A. Sayuti)

Secangkir Kopi - bandi Kita seduh hidup dalam secangkir kopi tanpa gula.                 Sepiring krispi kangkung. Selusin tahu plempung.            …

Puisi: Genderang Kurukasetra (Karya Suminto A. Sayuti)

Genderang Kurukasetra (UTARI) engkau yang kini tengah berlumur darah menyandang beban menuju Palagan berhentilah sejenak dan dengarlah matahari teren…

Puisi: Sajak Seorang Prajurit (Karya Suminto A. Sayuti)

Sajak Seorang Prajurit (seorang prajurit telah meninggalkan pabarisan sebab sebuah keyakinan bersarang di kalbunya: orang tak harus menang) palangan …

Puisi: Rumah Kata (Karya Suminto A. Sayuti)

Rumah Kata Kembali ke rumah kata. Kembali ke rumah cinta Siapa menunggumu. Putik kembang bertaburan                 di pembaringan Harum pun menyisir…

Puisi: Malam Tamansari (Karya Suminto A. Sayuti)

Malam Tamansari Penjaga malam itu datang tatkala rembulan jatuh di pundak tembok temugelang. Aku pun bergegas masuk ke dalam mata cincin di jari mani…

Puisi: Dongeng Sebelum Tidur (Karya Suminto A. Sayuti)

Dongeng Sebelum Tidur (1) Itulah ular yang kau gambar tempo hari dan diberi nilai delapan oleh ibu guru : ular itu bernama Siapa Saja bisanya luar bi…
© Sepenuhnya. All rights reserved.