Puisi Tentang Bahagia

Puisi: Ciptakan Dunia Bahagia (Karya H.B. Jassin)

Ciptakan Dunia Bahagia Alangkah rapuh badan manusia Walau seabad hidup di dunia Hanya sedetik di samudra masa, Lebih lama waktu terasa …

Puisi: Paris-Janvier (Karya Sitor Situmorang)

Paris-Janvier (Kepada clochard ) Di udara dingin mengaum sejarah Bening seperti es membatu di hati Ada ta…

Puisi: Dingin Tak Tercatat (Karya Goenawan Mohamad)

Dingin Tak Tercatat Dingin tak tercatat pada termometer. Kota hanya basah. Angin sepanjang sungai mengusir, tapi kita tetap saja d…

Puisi: Semalam di Sisimu Cinta (Karya Moh. Ghufron Cholid)

Semalam di Sisimu Cinta Aku lupa  Cara berduka Sebab kau, cinta Alasanku bahagia Madura, 5 Juli 2022 Analisis Puisi: Puisi “Semalam di Sisimu Cinta” …

Puisi: Sajak Perwira (Karya Remy Sylado)

Sajak Perwira Jangan bicara kemiskinan padaku ayahku mati kerna imannya ibuku meratapinya sampai mati dan…

Puisi: Bahagia (Karya Nanang Suryadi)

Bahagia kurasakan bahagia itu, dari wajahmu, terpancar cahaya, menerangi dunia Analisis Puisi : Puisi "Bahagia" kar…

Puisi: Bahagia (Karya Amanda Amalia Putri)

Bahagia Bahagia itu sederhana Hadiah hiburan yang menyenangkan Giliranku untuk menyalurkan kejenakaan Akhir kata mengatur besar kecil volume suara Ke…

Puisi: Mencari Bahagia (Karya Djoko Saryono)

Mencari Bahagia dengan bening doa kudaras kitab demi kitab tua karena dunia dilimbur cemas dan kalap senantiasa dengan merdu zikir kucerna arif pik…

Puisi: Bahagia yang Sederhana (Karya Yusriman)

Bahagia yang Sederhana Bahagia bukan berarti tak punya luka, tapi tahu bagaimana berdamai dengannya. Aku belajar menikmati kopi pagi tanpa membanding…

Puisi: Tanah Bahagia (Karya Sanusi Pane)

Tanah Bahagia Bawa daku ke negara sana, tempat bah'gia, Ke tanah yang subur, dipanasi kasih cinta. Dilangiti biru yang suci, harapan cin…

Puisi: Keluarga Bahagia Ketika Hujan di Hari Minggu (Karya Kurniawan Junaedhie)

Keluarga Bahagia Ketika Hujan di Hari Minggu Hujan di pagi hari menyebalkan. Aku menarik selimut sampai  dagu. Tanganku kelu di bawah bantal. Ist…

Puisi: Merindukan Bahagia (Karya Asmara Hadi)

Merindukan Bahagia Jikalau hari lah tengah malam Angin berhenti dari bernafas Alam seperti dalam semadhi Sukma jiwaku rasa tenggelam Dala…

Puisi: Kami Penabur (Karya Asmara Hadi)

Kami Penabur Kami bekerja di padang masa Menaburkan benih cinta mulia Yang nanti akan senantiasa Semerbakk…

Puisi: Pesan Seorang Ayah kepada Anaknya (Karya Idrus Tintin)

Pesan Seorang Ayah kepada Anaknya Anakku! Diam dan tenang adalah pemberian Ribut dan badai tanda kehadiran sesuatu yang baru sesudahnya ad…
© Sepenuhnya. All rights reserved.