Puisi: Habis Cemasku (Karya Wiji Thukul) Habis Cemasku Habis cemasku kau gilas habis takutku kau tindas Kini padaku tinggal tenaga mendidih! Segala telah kau rampas …
Puisi: Mitos-Mitos Kecemasan (Karya Afrizal Malna) Mitos-Mitos Kecemasan Kota kami dijaga mitos-mitos kecemasan. Senjata jadi kenangan tersendiri di hati kami, yang akan kembali membuat cerita, s…
Puisi: Cemas (Karya Sulaiman Juned) Cemas Cemas juga ini jiwa menyaksikan keserakahan merajai pikiran. Berdiwana di hati penguasa negeri. …
Puisi: Cemasku Cemas Jepara Cemas Muria (Karya Diah Hadaning) Cemasku Cemas Jepara Cemas Muria Kota tua dalam kesiur mahoni rumah tua dalam kesiur kenari diam-diam sembunyikan dalam-dalam cemas langit…
Puisi: Perempuan Kedua (Karya Nana Riskhi Susanti) Perempuan Kedua ( Bagi Faisal Kamandobat ) Serupa bulan merawat bumi pelan-pelan sengaja diredupkan dan terbitlah kepedihannya tiap pagi…
Puisi: Munajat (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa) Munajat Sepucuk surat yang tersimpan dari balik harapan yang buru-buru dikirimkan sewaktu hari menawarkan secangkir kecemasan. Sura…
Puisi: Tak Perlu Cemas? (Karya Aspar Paturusi) Tak Perlu Cemas? di warung duduk sepasang suami isteri tua amat asyik melahap makanan pesanannya mereka menikmati hari awal tahun baru wajahnya meluk…