Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Puisi Tentang Lapar

Puisi: Di Restoran (Karya Sapardi Djoko Damono)

Di Restoran Kita berdua saja, duduk. Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput – kau entah memesan apa. Aku …

Puisi: Seekor Ulat dalam Buah Jambu (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Seekor Ulat dalam Buah Jambu Aku terkejut melihat seekor ulat menggeliat dalam buah jambu ketika aku akan memakannya Aku term…

Puisi: Tangan-Tangan Lapar (Karya Dodong Djiwapradja)

Tangan-Tangan Lapar Di mana-mana - ya di mana saja! Tangan-tangan lapar kian memanjang - kian memanjang Dan jalan-jalan gemuruh oleh si kurus…

Puisi: Menolak Patuh (Karya Wiji Thukul)

Puisi Menolak Patuh Walau penguasa menyatakan keadaan darurat dan memberlakukan jam malam kegembiraanku tak akan berubah seperti kupu-ku…

Puisi: Jangan Tanyakan Bagaimana (Karya Upita Agustine)

Jangan Tanyakan Bagaimana Jangan tanyakan Bagaimana angin bertiup Jangan tanyakan Bagaimana laut beriak Jangan tanyakan Bagaimana langi…

Puisi: Puisi yang Lapar (Karya Jun Desember)

Puisi yang Lapar pagi ini, sarapan beranjak dari tempat tidur menuju meja makan. menemui piring, sendok, dan garpu. disapanya air putih dari dalam ge…

Puisi: Sajak Lapar (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Sajak Lapar iqrakku lapar tapi tak mau ikan tak mau nasi tak mau tahu tak mau buah kecuali buahmu iqrakku haus tapi tak mau air tak mau madu tak mau …

Puisi: Dalam Kamar 6x7 Meter (Karya Wiji Thukul)

Dalam Kamar 6x7 Meter Mimpi-mimpi bagusku kubunuh dengan kenyataan tinggal tubuh kurus kering dan cericit tikus ketika kuterbaring tidur di…

Puisi: Mengenang Kemiskinan (Karya Asep S. Sambodja)

Mengenang Kemiskinan teman setiaku adalah lapar hidup cuma sekedar bayang-bayang tak tahu mau berbuat apa mau ke mana yang sudi menemaniku hanyalah l…

Puisi: Seorang Lapar (Karya Raudal Tanjung Banua)

Seorang Lapar Seorang lapar meminta nafas kepada batu-batu dan cadas Kaukah yang menutup mata saat fajar tel…

Puisi: Lapar (Karya Sariamin Ismail)

Lapar Letih badan, menangis sukma,         Lemah lunglai sendi anggota, Haus lapar tidak tertahan,         Rasakan hilang nyawa di badan. Telinga pek…

Puisi: Sepanjang Lapar (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Sepanjang Lapar Buat Ramadhan Memanglah kurasa, karena habis menanti Adalah kata-kata budiman Bagai rasa sayang yang terlempar…

Puisi: Doa (Karya Abdul Hadi WM)

Doa (1) Kalau ada tangan yang mengulurkan kenyang dari     perut nasi hingga enyah lapar ini. Kaulah tangan     itu Kalau ada kenyang yang meliputi n…

Puisi: Kita Sudah Beribu Kali Bicara (Karya Apip Mustopa)

Kita Sudah Beribu Kali Bicara kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan dan mereka tetap berkeliaran kita sudah beribu kali…
© Sepenuhnya. All rights reserved.