Puisi Tentang Masa Depan

Puisi: Berteduh di Bawah Mobil Terbang (Karya Muhammad Ridwan Tri Wibowo)

Berteduh di Bawah Mobil Terbang Seorang yang katanya datang dari masa depan berkata padaku, "Waktu aku hidup di abad ke-22, aku pernah berteduh …

Puisi: Masa Depan Kehidupan (Karya Salsanisa Nurlita Putri)

Masa Depan Kehidupan Sejak awal lulus sekolah Sejak itulah kumulai memahami arti kehidupan Banyak kisah yang telah aku lewati Tentang perjuangan kehi…

Puisi: Nama dan Air Mata (Karya Mahatmanto)

Nama dan Air Mata Aku menyebut nama-Mu dengan mata berlinang air laut duka Dan mereka pun juga akan menyebut nama-Ku pula denga…

Puisi: Lamunan Aborijin (Karya Subagio Sastrowardoyo)

Lamunan Aborijin Masa lalu adalah panas terik di padang pasir dan berkelana di zaman mimpi tak  bertepi. M…

Puisi: Hidup (Karya Ajip Rosidi)

Hidup Demi langit yang kujunjung Demi laut yang kulayari Demi kau yang selalu membisu Hidup hari ini ladang hari nanti Sumber:  Sajak-Sajak Anak Mata…

Puisi: Sajak Tangan (Karya: W.S. Rendra)

Sajak Tangan Inilah tangan seorang mahasiswa, tingkat sarjana muda. Tanganku. Astaga. Tanganku menggapai, yang terpegang onderok hostes …

Puisi: Anak-Anak Masa Depan (Karya Weni Suryandari)

Anak-Anak Masa Depan Aku bukan ras terakhir dari peradaban tua Rapuh ditelan bulan, bayang-bayang musim kawin Santapan syahwat yang menagih percik em…

Puisi: Aku Datang dari Masa Depan (Karya Toto ST Radik)

Aku Datang dari Masa Depan ( 1 ) Aku datang dari masa depan menembus gelap rahim seorang ratu di desa singarajan yang garing asin dan udik …

Puisi: Untuk Adik (Karya Wiji Thukul)

Puisi untuk Adik apakah nasib kita akan terus seperti sepeda rongsokan karatan itu? o, tidak, dik! kita akan terus melawan waktu yang…

Puisi: Hari Esok (Karya Linus Suryadi AG)

Hari Esok Akan kudukung hari-hari esokmu Dengan wajah sebagaimana semula Letih lesu kini tengah mengabu Da…

Puisi: Waktu yang Akan Tiba (Karya Moh Akbar Dimas Mozaki)

Waktu yang Akan Tiba Masa depan datang perlahan, Menunggu di balik cakrawala, Dengan rahasia yang tak terungkap, Namun penuh dengan harapan. Langkah …

Puisi: Angin Perubahan (Karya Moh Akbar Dimas Mozaki)

Angin Perubahan Di dalam bisu, angin berbisik, Tentang dunia yang akan terlukis, Masa depan, penuh teka-teki, Penuh warna dan janji. Semua yang kita …
© Sepenuhnya. All rights reserved.