Puisi: Para Penziarah Sejarah (Karya Dorothea Rosa Herliany) Para Penziarah Sejarah Bunga-bunga berdarah ditaburkan di atas mimpi kematianku. manusia. segumpal kesamaran tipu daya dan ketelan…
Puisi: Meniti Jalan Setapak Siang Hari (Karya Juniarso Ridwan) Meniti Jalan Setapak Siang Hari jalan yang simpang-siur ini menuju lereng bukit, batu-batu menelorkan sepi dari gumpalan kabut. Akar serabut melewati…
Puisi: Kemana Perginya Sejarah Papua? (Karya Sosiawan Leak) Kemana Perginya Sejarah Papua? Kemana perginya sejarah papua? Teman-teman SD-ku kurus, dekil, rambutnya bau kulit penyakitan, pakaian lusu…
Puisi: Buku Tamu Musium Perjuangan (Karya Taufiq Ismail) Buku Tamu Musium Perjuangan Pada tahun keenam Setelah di kota kami didirikan Sebuah Musium Perjuangan Datanglah seorang lelaki setengah …
Puisi: Padang Hijau (Karya D. Zawawi Imron) Padang Hijau Sejuk pun singgah memeluk nisan demi nisan gerimis sore memetik kecapi maka tebaklah dalam lautan! perahu-perahu tetap terkapar d…
Puisi: Sejarah (Karya Arifin C. Noer) Sejarah Siang dan malam yang telah diserahkan sekali waktu akan kembali dirampasnya Akhirnya kita awan-gemawan yang mengembarai alam sepertinya. Tanp…
Puisi: Jakarta Pada Suatu Hari (Karya Diah Hadaning) Jakarta Pada Suatu Hari (1) Tergurat merah hitam di dinding-dinding jembatan laying perjuangan itu telah j…
Puisi: Kami Menolak Lupa (Karya Fiersa Besari) Kami Menolak Lupa 21 Mei 1998, sebuah peristiwa besar terjadi di negeri ini. Namun, kebanyakan dari kita cenderung bersikap apatis. Padahal, sejarah …
Puisi: Menimang Sejarah, Menangisi Airmata (Karya Ahmad Nurullah) Menimang Sejarah, Menangisi Airmata (- Kepada Orang Lain) (1) Sungguh adakah cinta, jika perang adalah fakta…
Puisi: Satu saat dalam Sejarah (Karya Ajip Rosidi) Satu saat dalam Sejarah Beginilah kisahnya: Dalam dinding-dinding penjara Terpahat sudah Nama para perwira Yang tak pernah mengalah Yang tak pernah m…
Puisi: Seraut Wajah Berbingkai Darah (Karya Joshua Igho) Seraut Wajah Berbingkai Darah Seraut wajah berbingkai darah tanpa tanggal dan tahun terpajang di dinding k…
Puisi: Amsal Sejarah (Karya Diah Hadaning) Amsal Sejarah Kaji ulang perjalanan panjang saat saudara se-nusa masih terpisah-pisah terhempas-hempas ba…