Puisi: Jalan Melintas Gunung (Diterjemahkan oleh Mochtar Lubis) Jalan Melintas Gunung (Dari Nyanyian Doa-Doa Pueblo dan Navajo) Lewat batu karang lahar, pohon yucca berbunga kaku. Di dalam sebuah lobang dibuat unt…
Puisi: Perempuan-Perempuan Tua (Diterjemahkan oleh Mochtar Lubis) Perempuan-Perempuan Tua Di Sisi Gereja Perempuan perempuan tua New Mexico menunggu, menunggu di luar gereja mereka, ditiup angin kencang, gaun hitam …
Puisi: Persembahan (Diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono) Persembahan Kau yang tak bisa kuselamatkan, Dengarkan aku. Cobalah pahami bicara sederhana ini sebab aku malu pada orang lain. Demi Tuhan, aku tak ak…
Puisi: Mahasiswi (Diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono) Mahasiswi Sering diomongkan; Sering dipandang; Diberi pamflet tentang huru-hara Dan perang, ia pun bermimpi tentang buah apel Yang tak boleh ia makan…
Puisi: Pulang (Diterjemahkan oleh Taufiq Ismail) Pulang Dengan bertiupnya angin sehari-hari penuh pengejekan Dan pekayuan dipukul angin dan tertunjam, cintaku…
Puisi: Datang Dara, Hilang Dara (Diterjemahkan oleh Chairil Anwar) Datang Dara, Hilang Dara "Dara, dara yang sendiri Berani mengembara Mencari di pantai senja, Dara, ayo pulang saja, dara!" "Tidak, aku…
Puisi: Biar Malam Kini Lalu (Diterjemahkan oleh Chairil Anwar) Biar Malam Kini Lalu Biar malam kini lalu, cinta, tapi mimpi masih ganggu yang bawa kita bersama sekamar tinggi seperti gua dan sebisu stasion akhir …
Puisi: Mirliton (Diterjemahkan oleh Chairil Anwar) Mirliton Kawan, jika usia kelak meloncer kita sampai habis-habisan, jika seluruh tubuh, pehong lagi bengkok, hanya encok tinggal menentu kemudi, meny…
Puisi: Lagu Orang Usiran (Diterjemahkan oleh Chairil Anwar) Lagu Orang Usiran Misalkan, kota ini punya penduduk sepuluh juta Ada yang tinggal dalam gedung, ada yang tinggal dalam gua Tapi tidak ada tempat buat…
Puisi: Jenak Berbenar (Diterjemahkan oleh Chairil Anwar) Jenak Berbenar Yang kini entah di mana di dunia nangis, tidak berpijakan di dunia nangis, nangiskan aku Yang kini entah dimana tertawa dalam malam, t…
Puisi: Hari Akhir Olanda di Jawa (Diterjemahkan oleh Chairil Anwar) Hari Akhir Olanda di Jawa oleh Sentot Mau terus kau menginjaki kami Hatimu menulang karna uang Kau, tuli 'kan tuntutan hak dan rasa Menghasut kel…
Puisi: P. P. C. (Diterjemahkan oleh Chairil Anwar) P. P. C. Tinggal, Clary. Tidak 'ku mengucap selamat. Nanti kelihatan tolol, juga biar datang dari hati Sudah kau jual dirimu. Jangan lagi beruwet…
Puisi: Musim Gugur (Diterjemahkan oleh Chairil Anwar) Musim Gugur Tuhan: sampai waktu. Musim panas begitu megah Lindungkan bayanganmu pada jarum hari dan atas padang anginmu lepaslah. Titahkan buahan pen…
Puisi: Somewhere (Diterjemahkan oleh Chairil Anwar) Somewhere Mungkin sekarang kita berkawan dan besok boleh jadi semua terlupa: baik kau padaku, persenan lebih dari semusti bayu mengusap, selempap set…
Puisi: Hari Tua (Diterjemahkan oleh Chairil Anwar) Hari Tua Tetaplah padaku juita, sebab api makin mati Anjingku dan aku sudah tua, ketuaan bakal mengelana Lelaki bernapsu teruna bikin mengkilang penc…