Puisi: Jarak (Karya Umbu Landu Paranggi) Jarak manis, karena maut itu tiba tanpa mengenal waktu dan hitungan menjemput menceraikan kita sebelum sempat jabat salam permaafan hapuslah sudah ja…
Puisi: Percakapan Selat (Karya Umbu Landu Paranggi) Percakapan Selat Pantai berkabut di sini, makin berkisah dalam tatapan sepi yang lalu dingin gumam terbantun di buritan juluran lidah ombak di bawah …
Puisi: Sajak Kecil (Karya Umbu Landu Paranggi) Sajak Kecil (1) dengan mencintai puisi-puisi ini sukma dari sukmaku terbukalah medan laga sekaligus kubu hidup takkan pernah aman kapan dan di mana p…
Puisi: Sabana (Karya Umbu Landu Paranggi) Sabana memburu fajar yang mengusir bayang-bayangku menghadang senja yang memanggil petualang sabana sunyi di sini hidupku sebuah gitar tua seorang le…
Puisi: Pernyataan (Karya Umbu Landu Paranggi) Pernyataan Buat sir dan sartono memang dengan hidup aku tak pernah jemu-jemu sebab hati selalu mau selalu rindu selalu mampu hidup ini punya orang ya…
Puisi: Diri (Karya Umbu Landu Paranggi) Diri Buat Is dan Rid tambah jauh diri dari tanah kelahiran tambah dalam cinta memberat di badan demi rindu yang selalu datang merundung kubukalah hat…
Puisi: Sajak buat Diri (Karya Umbu Landu Paranggi) Sajak buat Diri pada diri sendiri sudah aku buat janji janji lelaki dari hati lelaki hai kau, yang dewasa karena derita dengan kisah dan bumi tersend…
Puisi: Potret Seseorang (Karya Umbu Landu Paranggi) Potret Seseorang satu wajah menatap lekat dekat…….. keningnya berpeluh satu wajah menyapa lembut berat……. Senyumnya membelah Jogja, 1959 Sumber: Maja…
Puisi: Ibunda Tercinta (Karya Umbu Landu Paranggi) Ibunda Tercinta Perempuan tua itu senantiasa bernama: duka derita dan senyum yang abadi tertulis dan terbaca jelas kata-kata puisi dari ujung rambut …
Puisi: Melodia (Karya Umbu Landu Paranggi) Melodia cintalah yang membuat diri betah untuk sesekali bertahan karena sajak pun sanggup merangkum duka gelisah kehidupan baiknya mengenal suara sen…
Puisi: Ibu dan Anak Tunggal (Karya Umbu Landu Paranggi) Ibu dan Anak Tunggal di suatu malam yang sejuk-tenang kala itu bulan bersinar terang bocah-bocah di halaman asyik bermain kejaran berlari sembunyi di…
Puisi: Kawan (Karya Umbu Landu Paranggi) Kawan yang sendiri itu sunyi yang sendiri itu hilang bunyi bicara di depan mata usia bawa cerita jabat antara dua hati bagi dualah diri yang sendiri …
Puisi: Mantra Pengantar (Karya Umbu Landu Paranggi) Mantra Pengantar ucapan melati dimekarkan matahari udara bakti disemburkan matahati maka para pengisap sezarrah gelombang lengang men…
Puisi: Dendam (Karya Umbu Landu Paranggi) Dendam kehadirannya di dada-dada kehidupan buat lenyapnya kemungkinan ketenangan adalah racun yang berbisa Sumber: Majalah Mimbar Indonesia (21 Mei 1…
Puisi: Solitude (Karya Umbu Landu Paranggi) Solitude dalam tangan sunyi jam dinding masih bermimpi di luar siang menguap jadi malam tiba-tiba musim mengkristal rindu dendam dalam detik-detik, d…