Puisi: Sabana (Karya Umbu Landu Paranggi) Sabana memburu fajar yang mengusir bayang-bayangku menghadang senja yang memanggil petualang sabana sunyi di sini hidupku sebuah gitar tua seorang le…
Puisi: Solitude (Karya Umbu Landu Paranggi) Solitude dalam tangan sunyi jam dinding masih bermimpi di luar siang menguap jadi malam tiba-tiba musim mengkristal rindu dendam dalam detik-detik, d…
Puisi: Di Sebuah Gereja Gunung (Karya Umbu Landu Paranggi) Di Sebuah Gereja Gunung lonceng kecil yang bertalu, memanggil-manggil belainya di tengah kesunyian, minggu pagi yang cerah mereka pun berduyunlah ke …
Puisi: Kepada Warga Dunia (Karya Umbu Landu Paranggi) Kepada Warga Dunia kami bangsa indonesia dari sabang sampai merauke bahwa putih hati kami bahwa keras dan tegas hati kami selalu kami tunjukkan selal…
Puisi: Jagung Bakar Pantai Sanur (Karya Umbu Landu Paranggi) Jagung Bakar Pantai Sanur Suatu senja dengus cinta seperti jagung muda dihembus bara purba seraya pasir sepasang nganga luka buatan eropa direndam la…
Puisi: Aide Memoire (Karya Umbu Landu Paranggi) Aide Memoire bukalah jendela, di luar angin menyiapkan pelaminan kemarau sebelum burung-burung dan daunan luput dari nyalang pandang dukaku catatan-c…
Puisi: Upacara XXXVII (Karya Umbu Landu Paranggi) Upacara XXXVII lepaslah rahasia sebagai rahasia percakapan sunyi lelehan debu tegalan kalbu rayau waluku (jam-jam pasir di waktu air…
Puisi: Permintaan Anak (Karya Umbu Landu Paranggi) Permintaan Anak papa, buatkan anak ayunan di bawah pohon di tengah pekarangan papa, anak sudah jemu dengan boneka di toko tionghoa sudah anak ajak bi…
Puisi: Kuda Merah (Karya Umbu Landu Paranggi) Kuda Merah kuda merah musim buru, berapa kemarau panjang maumu jantung yang akan terbakar hangus, satu cambuk api lagi peluki padang anak angin dan b…
Puisi: Denpasar Selatan, dari Sebuah Lorong (Karya Umbu Landu Paranggi) Denpasar Selatan, dari Sebuah Lorong anak angin ruh sembunyikan sajak airmatamu hanya cakrawala sepagar halaman kali ini menyib…
Puisi: Ronggeng Sumba (Karya Umbu Landu Paranggi) Ronggeng Sumba ( 1 ) Tambur tua, ditabuh dewa menujum sunyiku, di mulut kemarau sirih pinang tembakau, membaun angin cendana duh sarungkan pedangmu, …