Puisi: Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini (Karya Taufiq Ismail) Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Tidak ada pilihan lain. Kita harus Berjalan terus Karena berhenti atau mundur Berarti hancur. …
Puisi: Doa (Karya Taufiq Ismail) Doa Tuhan kami Telah nista kami dalam dosa bersama Bertahun‐tahun membangun kultus ini Dalam pikiran yang ganda Dan menutupi hat…
Puisi: Sajak Kenalan Lamamu (Karya W.S. Rendra) Sajak Kenalan Lamamu Kini kita saling berpandangan saudara. Ragu-ragu apa pula, kita memang pernah berjumpa. Sambil berdiri di ambang pintu …
Puisi: Bambu Runcing (Karya Gunoto Saparie) Bambu Runcing ketika lewat tengah malam kau pun keluar dari hutan kelam membawa bambu runcing tak takut lagi peluru menerjang matamu nyalang menembus…
Puisi: Hati Nurani (Karya Sandy Tyas) Hati Nurani entah, sudah berapa lama saudara, sudah berapa lama kita senantiasa diam, senantiasa diam terkadang campur aduk pengertian apa ini kebija…
Puisi: Sajak (Karya Abdul Wahid Situmeang) Sajak Tentu bukan kemalasan sebab ini kemelaratan karena kita bangsa yang rajin foya-foya menghamburkan uang Pun pasti bukan ketololan sebab ini kebo…
Puisi: Larut Malam Suara Sebuah Truk (Karya Taufiq Ismail) 1946: Larut Malam Suara Sebuah Truk Sebuah Lasykar truk Masuk kota Salatiga Mereka menyanyikan lagu 'Sudah Bebas Negeri Kita…
Puisi: Sajak Orang Kepanasan (Karya W.S. Rendra) Sajak Orang Kepanasan Karena kami makan akar dan terigu menumpuk di gudangmu. Karena kami hidup berhimpitan dan ruangmu berlebihan mak…
Puisi: Padamu Negeri (Karya Taufiq Ismail) Padamu Negeri Al-Fatihah untuk Amir Biki Dan semua yang masuk bumi Di ladang-ladang pembantaian Berserakan d…
Puisi: Ketika Sebagai Kakek di Tahun 2040 (Karya Taufiq Ismail) Ketika Sebagai Kakek di Tahun 2040, Kau Menjawab Pertanyaan Cucumu Cucu kau tahu, kau menginap di DPR bulan Mei itu Bersama beberapa ribu ka…
Puisi: Untuk Pius Lustrilanang (Karya Eka Budianta) Untuk Pius Lustrilanang Ketika kekejaman memihak penguasa, Rakyat diculik, dibunuh sesuka negara. Ketika te…