Puisi: Ruwat Tangis Anak Negeri (Karya Diah Hadaning) Ruwat Tangis Anak Negeri (1) Doa telah dilantunkan tembang wingit mengantarkan anak manusia awali langkah pe…
Puisi: Suksesi (Karya Acep Syahril) Suksesi Jangan ngomong kalau tadi kau pilih partai lain demi menghindari calon wakil rakyat atau pemimpin yang tak berpihak pada rakyat jang…
Puisi: Negeri Yatim (Karya Acep Syahril) Negeri Yatim : Wiji Thukul Wijaya Di rumahmu yang sumpek itu tanpa basa basi kita saling men-tertawakan diri sendiri kau tertawa me…
Puisi: Seperti Pengakuan (Karya Agus R. Sarjono) Seperti Pengakuan Di negeri kami semua berdebu selalu seperti kenangan atau sejarah. Pada sebuah pagi atau …
Puisi: Di Negeri yang Indah (Karya Adri Darmadji Woko) Di Negeri yang Indah Di negeri yang indah rakyat hidup alakadarnya: bertani, karena memang harus bertani mencari ikan, karena memang nelayan pegawai,…
Puisi: Presiden Boleh Pergi Presiden Boleh Datang (Karya Taufiq Ismail) Presiden Boleh Pergi Presiden Boleh Datang Sebuah orde tenggelam sebuah orde timbul tapi selalu saja ada suatu lapisan masyarakat di atas …
Puisi: Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini (Karya Taufiq Ismail) Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Tidak ada pilihan lain. Kita harus Berjalan terus Karena berhenti atau mundur Berarti hancur. …
Puisi: Sebuah Jaket Berlumur Darah (Karya Taufiq Ismail) Sebuah Jaket Berlumur Darah Sebuah jaket berlumur darah Kami semua telah menatapmu Telah berbagi duka yang agung Dalam kepedihan b…
Puisi: Negeri Teka-Teki (Karya Mustofa Bisri) Negeri Teka-Teki Jangan tanya, tebak saja Jangan tanya apa jangan tanya siapa jangan tanya mengapa tebak saja. …
Puisi: Kupu-Kupu di Dalam Buku (Karya Taufiq Ismail) Kupu-Kupu di Dalam Buku Ketika duduk di stasiun bis, di gerbong kereta api, di ruang tunggu praktek dokter anak, di balai desa, kulihat…
Puisi: Derita Sudah Naik Seleher (Karya Wiji Thukul) Derita Sudah Naik Seleher Kau lempar aku dalam gelap hingga hidupku menjadi gelap Kau siksa aku sangat keras hingga aku makin m…