Puisi Wowok Hesti Prabowo

Puisi: Anakku Memasak (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Anakku Memasak Anakku bermain pasaran Memasak masa depan dengan ramuannya Pulau-pulau dari sendal jepit dan pecahan genting Berjejer membentuk negeri…

Puisi: Anakku Belajar Berdoa (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Anakku Belajar Berdoa pulang kerja shift dua isteriku membuka pintu dengan air mata anakku dengan wajah kapas di dipan tidur pulas anak kita mas, ist…

Puisi: Sehabis Mogok (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Sehabis Mogok hujan mulai turun. hari sudah sore ketika kita memutuskan untuk pulang. semangkuk indomi masih panas dan kau milih kopi untuk menemani …

Puisi: Laut Mabuk (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Laut Mabuk masjid itu sendiri berdiri, seperti tugu mandangi batangan ombak mengoyak magma mabuk dan tangis mengandung topan tungkuku belum usai mena…

Puisi: Bardi Menjelma Mesin (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Bardi Menjelma Mesin Matahari tak selalu hadir di hatinya "Aku merindu. Aku merindu agar tak mati rantingku," katanya Pagi Bardi menyibak e…

Puisi: Ini Rahim Ibumu (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Ini Rahim Ibumu Siang dan malam yang kelam Adalah hari bersejarah hidupnya Dengan rajin dan sabar ia sulam Dari benang ayah-ibunya Yang membentang di…

Puisi: Catatan Langit (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Catatan Langit hati bumi yakin bahwa di birunya langit tergores tinta emas catatan perjanjian anak zaman laut jadi saksi setiap saat tengok langit ra…

Puisi: Kita Luka (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Kita Luka di dadamu matahari terbit tenggelam sepanjang hari memanasi dapur. kibaran dasi menusuk hati pabrik-pabrik tak berhati. hari ini yang terte…

Puisi: Tsunami Dua (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Tsunami Dua tsunami dua terbungkus di karduskardus teronggok di bandara persinggahan angin terus menghitung poskoposko tapi kapal bisu di pertapaan l…

Puisi: Ketika Aku Hidup dalam Perut Ibuku (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Ketika Aku Hidup dalam Perut Ibuku ah, betapa indah isi perut ibu aku senang bisa nakal dalam kasihnya betapa tidak nafas ibu adalah nafasku darah ib…

Puisi: Seperti Boneka (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Seperti Boneka di sini kami seperti boneka, adikku dibuang pemiliknya dalam apungan sampah meriuhkan kemacetan sungai kami mimpi pesta saat laut suru…

Puisi: Musim Panas (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Musim Panas Musim panas. Orang-orang menanggalkan bajunya Mengairi sawah dengan keringatnya Musim panas. Batu-batu retak Ibu merebusnya dengan air ma…

Puisi: Seorang Ibu Menangis (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Seorang Ibu Menangis Seorang ibu mimpi anaknya tak kembali. Ia menangis Seorang ibu mimpi anaknya kembali. Ia menangis Hatinya salju. Ia bakar setage…
© Sepenuhnya. All rights reserved.