Postingan

Puisi: CINTA (Karya Aspar Paturusi)

CINTA kukirim cinta lewat angin rupanya tersangkut di awan bersama hujan turun ke bumi butir cintaku jatuh di halamanmu tersiram cinta, bunga tumbuh …

Puisi: Elegi Negeriku (Karya Aspar Paturusi)

Elegi Negeriku kita alami murka gelombang gunung muntahkan ancaman sungai-sungai meluap ganas angin melaju kesetanan alam marah manusia mabuk maling …

Puisi: Tangis Purbakala (Karya Aspar Paturusi)

Tangis Purbakala biarkan padam listrik rumah pun gelap gulita sejak kapan kegelapan menghantui bumi jangan pula padam cahaya di hatimu kerna sebersit…

Puisi: Vas Cinta (Karya Aspar Paturusi)

Vas Cinta kuletakkan cinta di mejamu adakah vas bunga buat menyimpannya agar mudah bagimu merawatnya siramilah butiran kasih sayang agar tumbuh segar…

Puisi: Keadaan (Karya P. Sengodjo)

Keadaan Sesedap pagi dan kemolekan (senyum dan ketawa mula-mula) kita rindu bertemu (Akan menggempur kepercayaan antara) hubungan yang sejak (penglih…

Puisi: Bunga dan Kucing (Karya Leon Agusta)

Bunga dan Kucing - Buat Jufri Tannisan Yang tahu hanya sekuntum bunga Betapa hausnya terhadap cinta Sepasang daun gugur di at…

Puisi: Seperti Jam (Karya Abdul Hadi WM)

Seperti Jam Seperti jam, siapakah tengah malam duduk di ruang, menunggu: Kita sudah selesai sholat isya habis doa lalu mencari tapak-tapak putih sese…

Puisi: Pertama, Kedua, Ketiga (Karya T. Mulya Lubis)

Pertama, Kedua, Ketiga sepi itu ada tiga dinding perut bunda adalah yang pertama sembilan bulan kumencintainya sepi yang kedua itulah dunia bersama i…

Puisi: Manusia (Karya Sam Haidy)

Manusia Manusia adalah malaikat cacat Cacat oleh nafsu. Manusia adalah fauna sempurna Sempurna oleh akal.…

Puisi: Hikayat Pohon Nur (Karya Tjahjono Widarmanto)

Hikayat Pohon Nur Bermula dari bijimu yang secuil sawi aku belajar mengeja tuhan mengenal degup yang berharap lembut tumbuh menyubur…
© Sepenuhnya. All rights reserved.