Postingan

Puisi: Suluk Sungai (Karya Kurnia Effendi)

Suluk Sungai untuk Abdullah Wong Selalu tak ada cara mengingatmu, sebagaimana selalu tak ada cara membunuh amarahku - Sungai sedang membelah sunyi ny…

Puisi: Sungai Pesangan (Karya L.K. Ara)

Sungai Pesangan airmu jernih kaca alam yang permai kala angin lena dalam genangan siang dengan kemilau caya surya kau elus kaki teb…

Puisi: Dadaku Terbelah Jadi Sungai Nil (Karya Tjahjono Widarmanto)

Dadaku Terbelah Jadi Sungai Nil dadaku terbelah jadi parit sungai meluas seperti sungai nil di dalamnya ngalir bermuara-muara sungai…

Puisi: Jalanan Kampung (Karya Rusli Marzuki Saria)

Jalanan Kampung Jalanan kampung Gonjong surau kampung Di pintu garin mencibir Di mulutnya kumat-kamit takbir Jalanan kampung Kias kata memercik di te…

Puisi: Laut Jiwamu (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Laut Jiwamu laut dalam jiwamu menyanyikan resah bagi musim dan malam kekosonganku kau bangkitkan kenanganku mendaki perbukitan…

Puisi: Pantai Candidasa (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Pantai Candidasa rinduku menetas di pasir mengaca pada mata senja kulihat bocah bocah telanjang dada berlari membawa kabar ombak…

Puisi: Dor..!! (Karya Anthony Sutanto Atmaja)

Dor..!! (: Mgr. Aerts, MSC dkk) Orang-orang Belanda itu ditembak Jepang. Tubuhnya dibiarkan terapung di pinggir pantai digerogoti anjing …

Puisi: Sesat Setia Selalu (Karya Aslan Abidin)

Sesat Setia Selalu sebingkai bulan mengabur di jendela. aku berbaring gairah dan terus dihela kenangan. teringat kau dahulu begitu liar. kini, berhar…

Puisi: Bulan pun Layu (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Bulan pun Layu - buat: pelukis kardana - bulan pun layu mengenang bayangmu yang menggenang di kubangan warna kau beringsut ke arah…

Puisi: Non Tematis (Karya Rusli Marzuki Saria)

Non Tematis Asal kata bermula dari desis kemudian membuat tema kecil saja. Kata ramai-ramai diberi muatan. Desis terbungkuk-bungkuk dan batuk. Desis.…
© Sepenuhnya. All rights reserved.