Puisi: Metafora (Karya Abdul Wachid B. S.) Metafora (1) Cinta itu telah tumbuh Akarnya mengakar kedalaman lubuk hati Tanahnya keras berlapis-lapis Menembusnya begitu linggis Cint…
Puisi: Hidup (Karya M. Nurgani Asyik) Hidup Tanyalah, siapa terus menerus terkungkung matahari jadi jarum jam melindas tak perduli kaki siapakah …
Puisi: Pulau Api (Karya Beni R. Budiman) Pulau Api Gerangan pulau apa ini penuh raung Pohon-pohon pada hutan limbung Burung-burung pada dahan murung …
Puisi: Lagu Buat Orang Malam Tak Berumah (Karya M. Nurgani Asyik) Lagu Buat Orang Malam Tak Berumah Bentangkan hati menerima air-mata tumpah tercurah dari rimba debu kota da…
Puisi: Lagu Purnama (Karya M. Nurgani Asyik) Lagu Purnama Beberapa purnama sudah dalam sepuluh tahun ini ketika malam jatuh di mata jalanan kembali seny…
Puisi: Berita Kehilangan (Karya Munawar Syamsuddin) Berita Kehilangan Telah jauh meninggalkan rumah Segugus ruh serta seberkas bekas cahaya roh Telah padam sudah api dalam sekam bara dendam …
Puisi: Lanskap Sungai (Karya Hijaz Yamani) Lanskap Sungai (1) – (bagi hari jadi kotaku ke-457) Kususuri lagi sekarang alur sungaimu sungaiku coklat susu (Kata kau kehidupan mulai di sini) meng…
Puisi: Sehabis Penyeberangan Sungai Maong Thang (Karya Mawie Ananta Jonie) Sehabis Penyeberangan Sungai Maong Thang Sehabis penyeberangan sungai Maong Thang malam itu, lalu bersaling d…
Puisi: Sungai Tallo (Karya Rahman Arge) Sungai Tallo Sungai yang membelah kota Makassar Nelayan melepas jala menjadi ikan Pabrik melepas ampas menjadi air mata Bulan tak lagi …
Puisi: Sungai Kemungkinan (Karya Eka Budianta) Sungai Kemungkinan Seandainya kita ketemu malam ini Aku tahu, kamu bukan sungai yang dulu. Di pegunungan kamu jernih, gemericik. Tapi di kota, bebanm…