Postingan

Puisi: Ulat Bosnia (Karya Rahman Arge)

Ulat Bosnia Seorang gadis kecil muncul di antara mayat kembang anyelir liar diulurkannya kepada seorang tentara PBB Ketika mata mereka bertemu angin …

Puisi: Kakek Omerovoc (Karya Rahman Arge)

Kakek Omerovoc Di bawah langit bertabur pijar api Pak tua Omerovoc dari Donya Roiska membasuh letih batinnya di sungai Drina Menggigil lengan-lengann…

Puisi: Pasomppe (Karya Rahman Arge)

Pasomppe Mengantar M. T. Gega ke Pelabuhan telah bunting layar badik terhunus segala arah tembok-tembok karang mengantar cemasku ke rongga kelam laut…

Puisi: Di Depan Patung Tolstoy (Karya Rahman Arge)

Di Depan Patung Tolstoy Mata tajam di lekuk dalam Rimba janggut putihmu menatapku Seakan engkau menyeruku Sudah baca War and Peace? Supaya kau tahu D…

Puisi: Semakin Tinggi Monyet (Karya Rahman Arge)

Semakin Tinggi Monyet Semakin tinggi Monyet memanjat Semakin jelas Belang pantatnya Sumber:  Jalan Menuju Jalan (2007) Puisi:  Semakin Tinggi Monyet …

Puisi: Kursi (Karya Rahman Arge)

Kursi Karena kursi cuma satu Maka saya duduk di kursi Kamu di tiang gantungan Sumber:  Jalan Menuju Jalan (2007) Puisi:  Kursi Karya: Rahman Arge Bio…

Puisi: Mati Bersantan (Karya Rahman Arge)

Mati Bersantan Bila kelak engkau melayari nasibmu, anakku Ingatlah, Kelilingi tujuh kali dapurmu Agar cahaya memancar dari hidupmu Keagungan lelaki m…

Puisi: Pantun Dari Jauh Kapalmu Datang (Karya Marah Roesli)

Pantun Dari Jauh Kapalmu Datang (Pantun Berbalas) Sitti Nurbaya: Dari jauh kapalmu datang, pasang bendera atas kemudi. Dari jauh adikmu datang, melih…

Puisi: Pantun Encik Amat Mengaji Tamat (Karya Marah Roesli)

Pantun Encik Amat Mengaji Tamat Encik Amat mengaji tamat, mengaji Quran di waktu fajar. Biar lambat asal selamat, tidak lari gunung dikejar. Puisi:  …

Puisi: Sebab Bagai Angin (Karya Cecep Syamsul Hari)

Sebab Bagai Angin Jangan pergi. Sebab bagai angin aku selalu bersama arah. Tak ada yang bisa sembunyi dari rindu batinku. Jan…
© Sepenuhnya. All rights reserved.