Puisi: Ibu, Dunia Kita Jadi Abu! (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi) Ibu, Dunia Kita Jadi Abu! (1) Ibu, dunia kita jadi abu, ada apa, Ibu? Kita dicipta dari debu Kini abu bertuba bertubi Ibu mengiba abu De…
Puisi: Kepada Ade Irma Alm. (Karya Kirdjomuljo) Kepada Ade Irma Alm. Kepada semua yang gugur kumasih mampu mengucap Betapa ku melawan tawaran menitiknya air mata Bila terjadi. …
Puisi: Mula Segala (Karya Bahrum Rangkuti) Mula Segala Penyamaian cinta pertama meski bukan jadi Pelaku, hanya penjelmaannya, ialah ketika Bunda Melahirkan si Ucok ini di …
Puisi: Selamat Pagi (Karya Surachman R.M.) Selamat Pagi Dan berpapasanlah daku dengan matahari begitu lolos dari taman cendawan ungu. Malampun bergegas betapa singkatnya tanpa be…
Puisi: Untuk Sidik (Karya Kirdjomuljo) Untuk Sidik Air mata dalam hatimu dapatkah kautahan Bila ia hendak menetes karena satu hal Dan gairah yang membakar usiamu menggeliat Ajal …
Puisi: Jejak Terputus-putus (Karya Leon Agusta) Jejak Terputus-putus Sudah sia-sia menunggu Tak sempat lagi bahkan buat bicara Walau sesaat rasa gegas datang memisah Esok a…
Puisi: Pengadilan Jalanan (Karya Aspar Paturusi) Pengadilan Jalanan lelaki renta itu berjalan pelan di trotoar mobil dan motor melaju kencang di jalanan tak ada yang mengalah bagai di arena…
Puisi: Tuhan di Hari Minggu (Karya Bakdi Soemanto) Tuhan di Hari Minggu Suatu hari Minggu pagi-pagi jam lima Tuhan sudah berkemas-kemas berpakaian rapi untuk dijadikan korban …
Puisi: Mimpiku Bersama Waktu (Karya F. Rahardi) Mimpiku Bersama Waktu aku tak tahu persis posisiku waktu itu mencuat di atas dipan atau telentang di kolong ranjang atau – apapun, di mana…
Puisi: Laknat (Karya Alizar Tanjung) Laknat cinta tak berbakat kupersembahkan kepada api, rencananya aku berniat jadikan sesajen, memuja neraka. Padang, 23 Maret 2010 Anali…