Postingan

Puisi: Menelpon Seorang Teman (Karya Nanang Suryadi)

Menelpon Seorang Teman halo! apa kabar? masih adakah yang tersisa dari percakapan kemarin sore. secarik kertas bergambar waru tertusu…

Puisi: Kalapagenep (Karya Acep Zamzam Noor)

Kalapagenep Aku merindukan matamu seperti halnya pucuk sadagori Menanti sinar matahari. Pagi sekali aku berja…

Puisi: Tembang di Atas Perahu (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Tembang di Atas Perahu Seperti di atas perahu kecil sendirian aku terombang-ambing ombak kecil dalam tubuhku jika aku terlelap, kum…

Puisi: Selamat Pagi, Kamu (Karya Helvy Tiana Rosa)

Selamat Pagi, Kamu Pada sebuah buku yang berbicara tentang masa depan, aku melihat wajahmu menjelma pagi yang terbit di tiap halaman bersama asaku Ak…

Puisi: Sekian, untuk yang Kukira Cinta (Karya Helvy Tiana Rosa)

Sekian, untuk yang Kukira Cinta "Aku tak mencintaimu," katamu malam itu Aku terpelanting, terjerembab disergap ilusi dan diksi yang pernah …

Puisi: Luka Duka Kita (Karya Titi Widaryanti)

Luka Duka Kita Bumi kini sakit kau kuras dahak muntahkan dalam gelombang bengkak perutmu mengembang tak tertahan meletus retak luruh terbelah Menyapu…

Puisi: Banjir Bantaran Bengawan (Karya Rakai Lukman)

Banjir Bantaran Bengawan Kulihat genangan air mata, kedukaan semesta Meluber ke rumah, sawah tambak Menenggelamkan isu-isu pertikaian Bola panas yang…

Puisi: Kalam (Karya Helvy Tiana Rosa)

Kalam Kalam manusia kalam kita sering sekali cuma debu di piranti waktu terkadang hanya jadi sajak kurus yang mengendap di kantong pilu atau menjelma…

Puisi: Bersama Alam (Karya Febby Rafalina)

Bersama Alam Melanglang buana bersama alam Bersama teduhnya dedaunan rindang Melihat pohon-pohon dikendalikan angin Bunga-bunga menyombongkan dirinya…
© Sepenuhnya. All rights reserved.