Puisi: Indonesia Negeriku (Karya Eka Aryani) Indonesia Negeriku Kulihat desah tangis dan tawa yang meredup Lelaki yang membawa seribu baja Menjajah wilayahku Mengambil darah dan keringat dari ba…
Puisi: Guruku (Karya Aisyah Noor Fatihah) Guruku Di dalam kegelapan, engkaulah lenteraku Dalam kehausan, engkaulah embun penyejuk Dalam kebutaan hati, engkau menuntunku Dalam suramnya hidup, …
Puisi: Muharram di Titik Utopia (Karya Away Enawar) Muharram di Titik Utopia Hadir menghempas udara panas. Watak dan tubuh beringas meranggas melecut rasa tak kuasa tinggalkan bencana dalam tahta. Pana…
Puisi: Mencabik Cakrawala (Karya Rodliyah Khusnun Nikmah) Mencabik Cakrawala Gemerlap lentera berjejer indah Menyingkap semua yang bertakhta Penuh tipu daya, fatamorgana Berselimut mimpi tanpa rasa Akankah T…
Puisi: Napasku Masih Muda (Karya Alfi Durrotul Laily) Napasku Masih Muda Fajar baru saja terbit Aku menatap seperti rumput ditepian sungai Seperti matahari menjelang siang yang semakin kuat Kutahu nyawak…
Puisi: Opera Simpang Jalan (Karya Eko Tunas) Opera Simpang Jalan Tanah airku tanah tumpah darahku Dan kami menyanyi juga, tegak di simpang jalan Simpang timur barat simpang utara Selatan simpang…
Puisi: Doa dan Harapku (Karya Nur Wachid) Doa dan Harapku Fajar pagi tampak layuh Sinarnya tak tampak Jangan kau melihat itu Bagiku itu palsu 'Ku hanya ingin semangatmu Bukan ingin egomu …
Puisi: Sekantong Luka dari Seorang Ibu (Karya Irianto Ibrahim) Sekantong Luka dari Seorang Ibu : kepada ibu ainun kasim supaya dapat kau ceritakan pada mereka perihal dada yang terhimpit ini: dada seorang ibu yan…
Puisi: Menatap Masa Depan (Karya Ama Gusti Azis) Menatap Masa Depan Melangkah demi satu langkah Derap langkah kaki selalu menjelajah Pikiran dan hati kadang tergoyah Tapi mimpi berkata jangan menyer…