Postingan

Puisi: Guruku (Karya Indah Mursyidah)

Guruku Guruku ...  Sepintas wajahmu tampak letih dengan titik-titik peluh di keningmu yang menetes pelan Namun semua itu kau samarkan Demi kewajibanm…

Puisi: Perang Asia Timur Raya (Karya Redi Wisono)

Perang Asia Timur Raya Genderang perang dunia kedua membahana Bumi bergetar Langkah pasukan berderap siap berperang menaklukkan lawan Tak terkecuali …

Puisi: Indonesia Negeriku (Karya Eka Aryani)

Indonesia Negeriku Kulihat desah tangis dan tawa yang meredup Lelaki yang membawa seribu baja Menjajah wilayahku Mengambil darah dan keringat dari ba…

Puisi: Guruku (Karya Aisyah Noor Fatihah)

Guruku Di dalam kegelapan, engkaulah lenteraku Dalam kehausan, engkaulah embun penyejuk Dalam kebutaan hati, engkau menuntunku Dalam suramnya hidup, …

Puisi: Muharram di Titik Utopia (Karya Away Enawar)

Muharram di Titik Utopia Hadir menghempas udara panas. Watak dan tubuh beringas meranggas melecut rasa tak kuasa tinggalkan bencana dalam tahta. Pana…

Puisi: Mencabik Cakrawala (Karya Rodliyah Khusnun Nikmah)

Mencabik Cakrawala Gemerlap lentera berjejer indah Menyingkap semua yang bertakhta Penuh tipu daya, fatamorgana Berselimut mimpi tanpa rasa Akankah T…

Puisi: Napasku Masih Muda (Karya Alfi Durrotul Laily)

Napasku Masih Muda Fajar baru saja terbit Aku menatap seperti rumput ditepian sungai Seperti matahari menjelang siang yang semakin kuat Kutahu nyawak…

Puisi: Opera Simpang Jalan (Karya Eko Tunas)

Opera Simpang Jalan Tanah airku tanah tumpah darahku Dan kami menyanyi juga, tegak di simpang jalan Simpang timur barat simpang utara Selatan simpang…

Puisi: Doa dan Harapku (Karya Nur Wachid)

Doa dan Harapku Fajar pagi tampak layuh Sinarnya tak tampak Jangan kau melihat itu Bagiku itu palsu 'Ku hanya ingin semangatmu Bukan ingin egomu …
© Sepenuhnya. All rights reserved.