Puisi: Doa dan Harapku (Karya Nur Wachid) Doa dan Harapku Fajar pagi tampak layuh Sinarnya tak tampak Jangan kau melihat itu Bagiku itu palsu 'Ku hanya ingin semangatmu Bukan ingin egomu …
Puisi: Sekantong Luka dari Seorang Ibu (Karya Irianto Ibrahim) Sekantong Luka dari Seorang Ibu : kepada ibu ainun kasim supaya dapat kau ceritakan pada mereka perihal dada yang terhimpit ini: dada seorang ibu yan…
Puisi: Demi Pendidikan Anak-anakku (Karya La ode Balawa) Demi Pendidikan Anak-anakku Demi pendidikan anak-anakku relakan aku pergi merantau melintasi tujuh pulau tujuh selat tujuh samudra demi pendidikan an…
Puisi: Menatap Masa Depan (Karya Ama Gusti Azis) Menatap Masa Depan Melangkah demi satu langkah Derap langkah kaki selalu menjelajah Pikiran dan hati kadang tergoyah Tapi mimpi berkata jangan menyer…
Puisi: Nasehat yang Perlu Didengar (Karya Nanang Suryadi) Nasehat yang Perlu Didengar jangan terpaku pada masa lalu, karena sesungguhnya kita punya masa depan Analisis Puisi : Puisi "…
Puisi: Pemuja Pura-Pura (Karya Nana Riskhi Susanti) Pemuja Pura-Pura sial! kita berjumpa di kepedihan yang sama di sana tak ada kursi untuk pemuja pura-pura ayolah, bangun, dan berjalanlah ke taman kot…
Puisi: Pemuda (Karya Mustofa Bisri) Pemuda Wahai para pemuda Indonesia, Banggalah dengan Indonesia kalian! Jangan rendah diri! Jangan menganggap semua yang dari luar lebih baik. Negeri …
Puisi: Hantu Debu (Karya Raudal Tanjung Banua) Hantu Debu (1) Dari debu kembali ke debu, lenyap tak tentu. Ini tubuh gumpalan batu - tumbuh dari debu, luruh jadi debu, serupa candu mengen…
Puisi: Sesobek Buku Harian Indonesia (Karya Emha Ainun Nadjib) Sesobek Buku Harian Indonesia Melihat pentas-pentas drama di negeriku berjudul Pesta Darah di Jember Menyerbu Negeri Hantu Putih di Solo, Klaten, Sem…