Postingan

Puisi: Anugerah Berbeda (Karya Maisaroh)

Anugerah Berbeda Di balik tawa yang ceria, Tersimpan rasa yang berbeda. Langkah kaki tak selalu sempurna, Namun semangat tak pernah pudar. Mata yang …

Puisi: Di Singapura (Karya Abdul Wachid B. S.)

Di Singapura sejak turun dari garuda di bandara changi hatiku dihinggapi oleh rasa sepi tiba-tiba tidak ada…

Puisi: Mimbar Sesumbar (Karya Muhammad Rois Rinaldi)

Mimbar Sesumbar Itu mimbar tempat sesumbar, naiklah ucapkan janji-janji pada kami kami akan mendengar dengan setia tapi setelah selesai ja…

Puisi: Insomnia - Ada yang berloncatan di dalam Kepala (Karya Nanang Suryadi)

Insomnia: Ada yang berloncatan di dalam kepala dapatkah kau bedakan suara jangkrik dan ular di malam hari? malam tak benar benar se…

Puisi: Belajar dari Timor Timur (Karya Sobron Aidit)

Belajar dari Timor Timur Kenapa tak dari dulu kenapa tak dari dulu setelah nyaris habis aus kering-kerontang terperas ludas kini campakk…

Puisi: Nada yang Tercampak (Karya Juniarso Ridwan)

Nada yang Tercampak kita akui, kekayaan alam kita melimpah, dan dijanjikan untuk kemakmuran bersama, tapi kepada siapa kemudiaan tercurah, itu lanta…

Puisi: Kenangan Transit (Karya Linda Christanty)

Kenangan Transit Di O’ Hare, pegawai imigrasi mengira ia datang dari Narita dan menunjuk barisan orang-orang Jepang. Tapi ia melang…

Puisi: Ketika Menjelang Subuh (Karya Fitri Yani)

Ketika Menjelang Subuh (ketika aku bersinar sempurna berjumpalah mereka di samping telaga) sungguh ia berharap kau tak lagi menin…

Puisi: Kain Kafan (Karya L.K. Ara)

Kain Kafan Masihkah sempat kain kafan Yang kami kirimkan Untuk membungkus tubuhmu saudaraku Tubuhmu begi…
© Sepenuhnya. All rights reserved.