Postingan

Puisi: Sama Rasa dan Sama Rata (Karya Marco Kartodikromo)

Sama Rasa dan Sama Rata Syair inilah dari penjara, Waktu kami baru dihukumnya, Di-Weltevreden tempat tinggalnya, Dua belas bulan punya lama, Ini buka…

Puisi: Berikan Daku Belukar (Karya J. E. Tatengkeng)

Berikan Daku Belukar Terhanyut oleh aliran zaman, Aku terdampar di dalam taman, Kuheran amat, Memandang tempat! Di situ nyat…

Puisi: Menatap Bendera dalam Gerimis (Karya Wahyu Prasetya)

Menatap Bendera dalam Gerimis kelembutan waktu yang melahirkan seribu musim dan sejarah dalam masa lalu yang dicucuri airmata dari segala orang. saat…

Puisi: Sungai Mississippi (Karya Frans Nadjira)

Sungai Mississippi (1) "Mesin, berikan kartu nasibku hari ini" kataku sejam lalu sewaktu menekan tombol sebuah kotak Tapi…

Puisi: Mengurung Murung (Karya Alex R. Nainggolan)

Mengurung Murung Di depan jendela Hujan terus jatuh Aku mengurung murung Pada cuaca Menghitung waktu Yang menjalar di tengkuk …

Puisi: Koma (Karya Abdul Wachid B. S.)

Koma tidak di langit dan tidak di bumi tidak bahagia dan tidak sedih aku di antara yang tidak berkesudahan…

Puisi: Fragmen-Fragmen Hujan (Karya Iswadi Pratama)

Fragmen-Fragmen Hujan Hujan yang berletupan dan berulangkali kau tafsirkan ke dalam kitab-kitab sajak itu h…

Puisi: Kuingin Camar Menerbangkan Catatanku Padamu (Karya D. Kemalawati)

Kuingin Camar Menerbangkan Catatanku Padamu Pertemuan di pelabuhan tak lagi menjadi impian tulismu suatu ketik…

Puisi: Burung Gagak di Negeri Batu (Karya Cucuk Espe)

Burung Gagak di Negeri Batu (1) Ini kisah selaksa burung gagak yang terbang menyelinap di antara kabut. Paruhnya…
© Sepenuhnya. All rights reserved.