Postingan

Puisi: Kuhadang Matahari (Karya Darman Moenir)

Kuhadang Matahari kuhadang matahari karena hari seperti ini juga lihatlah bayang-bayang kita yang kian paniang seperti menghapus jejak yang tak ada k…

Puisi: Shelly Kecil (Karya Darman Moenir)

Shelly Kecil Shelly kecil bertanya padaku Kenapa hari panas sekali Aku tidak menjawab Dan dia menangis Pagi tadi Shelly bangun cepat Tampaknya gelisa…

Puisi: Batu Pacakop (Karya Acep Zamzam Noor)

Batu Pacakop Bibirku hanya mendarat di kening batu karang Ketika angin mengabarkan seseorang pergi ke selatan…

Puisi: Kutak Simak Baris-Baris Gerimis (Karya Darman Moenir)

Kutak Simak Baris-Baris Gerimis sebelum sampai di pintu hari adakah engkau yang menunjuk itu? pada pagi mentari yang hilang kutak simak baris-baris g…

Puisi: Seekor Cicak di Dinding (Karya Kurniawan Junaedhie)

Seekor Cicak di Dinding Seekor cicak merayap di dinding. Siapa namamu? Singa? Macan? Ah, aku hanya seekor buaya kecil yang kerjanya merayap di d…

Puisi: Kelak, Jika Musim Hujan Berganti (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Kelak, Jika Musim Hujan Berganti bagaimana mungkin kulupukan baris-baris hujan yang telah mengekal dalam kenangan bersamamu. kala itu ahad siang…

Puisi: Sekuntum Senyum (Karya Abdul Wachid B. S.)

Sekuntum Senyum sekuntum senyum yang kau megarkan di setiap bangun tidurmu menarik kupu-kupu untuk mencium …

Puisi: Tak Ada yang Hilang (Karya Kurniawan Junaedhie)

Tak Ada yang Hilang ( mengenang 14 tahun ditinggal ibunda ) Tanpa sayap, ibu terbang ke angkasa. Hati, jantung…

Puisi: Tuhan, Tuhan, Kenapa Kau Tinggalkan Daku? (Karya Kurniawan Junaedhie)

Tuhan, Tuhan, Kenapa Kau Tinggalkan Daku? Aku telentang di rumput yang penuh onak kayu Sungai mengalir dera…
© Sepenuhnya. All rights reserved.