Postingan

Puisi: Mencari Malam Seribu Bulan (Karya Abdul Wachid B. S.)

Mencari Malam Seribu Bulan berkatalah untuk bibirku yang mau pecah di tengah malam ini sebab kurekam perubahan…

Puisi: Seorang Teman Pulang (Karya Kurniawan Junaedhie)

Seorang Teman Pulang ( Asfahani ) Akhirnya senyap. Semua lindap. Seorang teman pulang. Tak ada yang kekal, ke…

Puisi: Janji Politik, Mimpi yang Tak Terwujud (Karya Okto Son)

Janji Politik: Mimpi yang Tak Terwujud Di kota sarat kotoran  Pesing di hidung Ribut di telinga Debu membaju Daki keringat beku Di kota berhias poste…

Puisi: Di Antara Keheningan dan Mimpi (Karya Okto Son)

Di Antara Keheningan dan Mimpi 'Ku duduk di teras rumah Melihat sekelilingku yang sunyi Hanya suara jangkrik yang berbicara Mengiringi malam '…

Puisi: Cikini (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Cikini bayangkan tentang sepi di tengah riuh kendaraan dan kemerlip lelampu kota ketika seekor anak kucing gemetar melintasi ge…

Puisi: Hari Penghabisan Letnan Dan (Karya A. Muttaqin)

Hari Penghabisan Letnan Dan Di pondok pelacuran itu ia isap cerutu buntu. Di pondok pelacuran itu ia sesap candu keluh. Di …

Puisi: Orkestra (Karya Nersalya Renata)

Orkestra suara tamborin menembus jendela kendaraan meledak di perut anak-anak tanpa nama yang asyik menggerogoti monumen di tengah ko…

Puisi: Fragmen Kota (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Fragmen Kota kabut yang melipat tubuhmu telah kupaham pedihnya cahaya yang kujaga telah jadi kalam dalam zikir malam kau maki…

Puisi: Kampungku (Karya Mustiar AR)

Kampungku Kuhirup dalam-dalam napasmu aroma anyir sperma ilegal menyergap diri memanjat dinding hati meng…
© Sepenuhnya. All rights reserved.