Postingan

Puisi: Ketika Terbang di Langit (Karya Kurniawan Junaedhie)

Ketika Terbang di Langit Burung besi yang tampak letih itu, terbang bergemuruh membelah angkasa Aku di dala…

Puisi: Memasuki Rumah Kenangan (Karya Kurniawan Junaedhie)

Memasuki Rumah Kenangan Di pekarangan, kulihat pohon jambu seakan hidup yang terayun. Dari dahan ke ranting…

Puisi: Di Atas Kereta (Karya Kurniawan Junaedhie)

Di Atas Kereta Hari terang tanah ketika kereta jalan bergegas. Kami sedang menuju Negeri Awan. Di samping kami, pohon-pohon berlarian sepanjang …

Puisi: Cahaya Rembulan (Karya Kurniawan Junaedhie)

Cahaya Rembulan Di sekitar rembulan Cahaya berpendar Seperti seorang putri dikelilingi para dayangnya …

Puisi: Arafah (Karya L.K. Ara)

Arafah (1) panas pasir di Arafah mencoba membakar telapak kakiku panas batu di Arafah mencoba membakar kulitku panas angin d…

Puisi: Ada Sebuah Kota, Katamu, Tak Pernah Teduh (Karya Abdul Hadi WM)

Ada Sebuah Kota, Katamu, Tak Pernah Teduh AKU ingin mengunjungi sebuah negeri tanpa mesjid dan rumah sakit, tanpa kedai minum, lewat peperangan y…

Puisi: Pohon Tumbang Karena Hujan (Karya Kurniawan Junaedhie)

Pohon Tumbang Karena Hujan Pohon itu tumbang karena hujan. Sebelum siang putik-putik bunga yang meliputi pohon itu berguguran. Disusul daun-daun…

Puisi: Laut Malam (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Laut Malam biru langit sebibir bulan berenang di laut malam aku ingin bersampan menuju pelabuhan di mana kau selalu memandangku. …

Puisi: Suara Mesin Jahit (Karya Sindhunata)

Suara Mesin Jahit Untuk peringatan perkimpoian yang ke-34: Djokopekik dan Ibu Tinuk. Sampai kini     mesin jahit itu masih berbunyi         di dalamn…
© Sepenuhnya. All rights reserved.