Postingan

Puisi: Sekuntum Senyum (Karya Abdul Wachid B. S.)

Sekuntum Senyum sekuntum senyum yang kau megarkan di setiap bangun tidurmu menarik kupu-kupu untuk mencium …

Puisi: Tak Ada yang Hilang (Karya Kurniawan Junaedhie)

Tak Ada yang Hilang ( mengenang 14 tahun ditinggal ibunda ) Tanpa sayap, ibu terbang ke angkasa. Hati, jantung…

Puisi: Tuhan, Tuhan, Kenapa Kau Tinggalkan Daku? (Karya Kurniawan Junaedhie)

Tuhan, Tuhan, Kenapa Kau Tinggalkan Daku? Aku telentang di rumput yang penuh onak kayu Sungai mengalir dera…

Puisi: Ketika Nyawa Bergantung di Langit Tinggi (Karya Kurniawan Junaedhie)

Ketika Nyawa Bergantung di Langit Tinggi Burung besi yang tampak letih itu, terbang bergemuruh membelah angka…

Puisi: Wajah-Wajah (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Wajah-Wajah (Kepada KA, HE dan HSH) Melintas wajah mentari di senja biru Di punggung bukit tandus Pudar suram lintang kemukus Poho…

Puisi: Sajak (Karya Ayatrohaedi)

Sajak Sajak seorang penyair Lahir dari kecup bibir Menetes seperti air Sajak adalah api Yang berkelip dalam hati Sajaknya adalah bun…

Puisi: Ketika Terbang di Langit (Karya Kurniawan Junaedhie)

Ketika Terbang di Langit Burung besi yang tampak letih itu, terbang bergemuruh membelah angkasa Aku di dala…

Puisi: Memasuki Rumah Kenangan (Karya Kurniawan Junaedhie)

Memasuki Rumah Kenangan Di pekarangan, kulihat pohon jambu seakan hidup yang terayun. Dari dahan ke ranting…

Puisi: Di Atas Kereta (Karya Kurniawan Junaedhie)

Di Atas Kereta Hari terang tanah ketika kereta jalan bergegas. Kami sedang menuju Negeri Awan. Di samping kami, pohon-pohon berlarian sepanjang …
© Sepenuhnya. All rights reserved.