Postingan

Puisi: Petani (Karya Inggit Putria Marga)

Petani di gagang cangkul sang tangan sering singgah di pundak istri sang kepala kerap rebah namun, hanya pada tanah yang menerima keringat d…

Puisi: Di Pelabuhan Karangantu, Suatu Waktu (Karya Raudal Tanjung Banua)

Di Pelabuhan Karangantu, Suatu Waktu Banyak pelabuhan  telah aku datangi Tapi tak ada yang sesedih ini Muar ayang sempit dan gemetar Beting…

Puisi: Sandiwara (Karya Mahbub Djunaidi)

Sandiwara kenanganku pada warna putih – tebaran mega yang melawat ke ujung rambutnya – Di pangkal tahun, di permulaan musim panas Berdiang tubuh, ama…

Puisi: Duhai Pemimpin (Karya Aspar Paturusi)

Duhai Pemimpin "bila takut diterjang ombak jangan berumah di tepi pantai" begitu pesan leluhur "bila engkau seorang pemimp…

Puisi: Aku Masih Rasakan (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Aku Masih Rasakan aku masih rasakan bekas hujan sore tadi. langit mulai gemerlap di sudut lorong itu aku melihatmu bercakap-cakap d…

Puisi: Tekukur (Karya Sapardi Djoko Damono)

Tekukur Kautembak tekukur itu. Ia tak sempat terkejut, beberapa     lembar bulunya lepas; mula-mula terpencar  …

Puisi: Panorama (Karya Sapardi Djoko Damono)

Panorama "Aku mau menulis puisi!" teriakmu. Hanya kabut yang terkejut. Sementara ada yang dalam dirimu sibuk keluar masuk. Sementara ka…

Puisi: Desember (Karya Sapardi Djoko Damono)

Sajak Desember kutanggalkan mantel serta topiku yang tua ketika daun penanggalan gugur lewat tengah malam. kemudian kuhitung hutang-hutangku …

Puisi: Yang Lewat (Karya Sapardi Djoko Damono)

Yang Lewat Yang berkelebat lewat itu? Yang tak putus-putusnya bergegas itu? Yang tak hendak membedakan berangkat atau kembali, sampai atau pergi, kem…
© Sepenuhnya. All rights reserved.