Puisi: Cinta (Karya Nia Samsihono) Cinta Bagai angin menyentuh wajah lembut menepis duka tengadah ada nyanyi surga yang indah ada tatapan menawan resah rasa itu gelombang pantai buihn…
Puisi: Kepada Guru (Karya Gunoto Saparie) Kepada Guru kalau kau tak ada tentu aku bukanlah apa-apa kau adalah dian yang terus menyala mengobarkan harapan dan cita-cita kalau kau tak mengajar …
Puisi: Akulah Laut (Karya Nia Samsihono) Akulah Laut Akulah laut menyediakan ikan untuk disantap laki-laki dan perempuan Akulah laut tempat berbiak segala makhluk yang tidak tinggal di darat…
Puisi: Sinyal (Karya Melki Deni) Sinyal Tak ada sinyal pertama dalam syair. Rea, kita seperti kepompong bermetamorfosis menuju ciptaan baru pada lembaran bumi ini. Simfoni memperlamb…
Puisi: Benteng (Karya Taufiq Ismail) Benteng Sesudah siang panas yang meletihkan Sehabis tembakan-tembakan yang tak bisa kita balas Dan kita kem…
Puisi: Allah, Ya Allah (Karya D. Kemalawati) Allah, Ya Allah Ya Allah Langit merah di Palestina Telah Kau lukis di Lauhuh mahfuzh Telah Kau sebut dalam kitab-Mu Bani Israil, Bani Isra…
Puisi: Semangat Palestina (Karya Damiri Mahmud) Semangat Palestina biar merangkak atau makan tanah kami akan tetap tegak tak menyerah biar makan kerak bersimbur darah kami tetap bergerak fisabilill…
Puisi: Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu (Karya Taufiq Ismail) Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu Ketika rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer dengan suara gemuruh menderu, serasa pasir dan batu ba…
Puisi: Darah di Palestina (Karya Akhmad Taufiq) Darah di Palestina Kulihat darah sepanjang sejarah di tanah Palestina entah atas nama apa atas nama Tuhankah? ah, tidak, - Tuhan tak per…